kholvad.com – Indonesia kini menjadi salah satu negara pertama di Asia Tenggara yang meluncurkan program afiliasi belanja YouTube Shopping. Fitur ini disambut baik oleh banyak kreator, terutama dengan hadirnya kerja sama baru antara YouTube dan Lazada. Sebelumnya, Shopee telah menjadi mitra perdana dalam program ini sejak peluncuran YouTube Shopping di Indonesia. Kini, Lazada turut bergabung untuk memperluas pilihan produk yang bisa disematkan dalam video oleh kreator. Memberi mereka kesempatan untuk mendapatkan komisi dari penjualan yang terjadi.
“Baca Juga: Kingston Fury Renegade G5 SSD 8 TB Hadir”
Kreator YouTube Dapat Akses Lebih Banyak Produk dari Shopee dan Lazada
Dengan kehadiran Lazada sebagai mitra baru YouTube Shopping, kreator kini bisa menyematkan produk dari dua platform e-commerce terbesar di Indonesia, yakni Shopee dan Lazada, dalam video mereka. Setiap video dapat memuat hingga 60 produk dari kedua platform tersebut. Melalui fitur ini, kreator yang menyertakan produk dalam videonya berkesempatan mendapatkan komisi apabila ada yang membeli melalui tautan yang disematkan. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan peluang monetisasi lebih luas bagi kreator, sembari mempermudah audiens dalam membeli produk yang mereka lihat.
YouTube Shopping Diterima Positif di Indonesia dengan Lonjakan Waktu Menonton
Veronica Utami, Country Director Google Indonesia, menyatakan bahwa YouTube Shopping diterima dengan sangat baik oleh pengguna Indonesia. Dalam sesi Press Briefing YouTube Festival di Jakarta, Veronica mengungkapkan bahwa waktu menonton konten belanja telah melonjak lebih dari 400% sejak peluncuran fitur tersebut. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penonton di Indonesia semakin tertarik pada konten belanja di YouTube, dan memberi dampak positif bagi para kreator yang terlibat dalam program afiliasi.
Kisah Sukses Kreator: Dewi Vanow Menghasilkan 40-50% Pendapatan dari YouTube Shopping
Salah satu contoh sukses dari program ini adalah Dewi Vanow, seorang kreator yang fokus pada barang-barang unik. Dewi berbagi pengalamannya dalam sesi press briefing, menjelaskan bagaimana YouTube Shopping memberinya penghasilan hingga 40-50% dari total penghasilannya sebelumnya. Dewi menekankan bahwa fitur ini memungkinkan dirinya untuk mengubah hobi menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan. Dengan YouTube Shopping, kreator bisa menjangkau audiens yang lebih luas dan menghasilkan pendapatan dari produk yang relevan dengan niche mereka.
YouTube Shopping: Peningkatan Signifikan dalam Penandaan Produk di Video
Data dari Shopee menunjukkan bahwa hanya dalam sembilan bulan setelah peluncuran YouTube Shopping, jumlah video dengan penandaan produk meningkat lima kali lipat. Kategori utama yang mengalami pertumbuhan signifikan termasuk Muslim Fashion, Mom and Baby, Mobile & Tablet, serta Home Living. Peningkatan ini mencerminkan ketertarikan audiens terhadap berbagai kategori produk dan menunjukkan potensi besar bagi kreator yang ingin memonetisasi konten mereka melalui penandaan produk.
“Baca Juga: Lexar Air: SSD Portabel Super Tipis Hanya 6 mm”
Harapan dan Potensi Ekosistem YouTube Shopping ke Depan
Dengan bergabungnya Lazada sebagai mitra kedua dalam YouTube Shopping, program ini semakin memperkuat ekosistem belanja digital di Indonesia. Melalui fitur ini, YouTube memberikan peluang bagi kreator untuk tidak hanya berbagi konten, tetapi juga menghasilkan uang dari produk yang mereka tampilkan. Seiring dengan pertumbuhan industri e-commerce yang terus berkembang, YouTube Shopping diperkirakan akan semakin mendominasi pasar belanja digital di Indonesia, memberikan manfaat bagi pengguna, kreator, dan platform e-commerce yang terlibat.
