kholvad.com – Clair Obscur Expedition 33 berhasil menjadi salah satu game Turn Based RPG paling menonjol sepanjang 2025. Game ini menarik perhatian luas berkat pendekatan visual sinematik, sistem pertarungan responsif, serta presentasi narasi yang kuat. Keberhasilannya tidak hanya tercermin dari angka penjualan, tetapi juga dari berbagai penghargaan yang diraih di ajang industri video game.
“Baca Juga: UP Phone Tawarkan Keamanan Data, Tantang iPhone dan Samsung”
Banyak gamer dan pengamat industri menilai Expedition 33 sebagai bukti bahwa genre Turn Based RPG masih relevan. Inovasi pada sistem parry, dinamika kamera saat bertarung, serta antarmuka modern dianggap berhasil menyegarkan formula klasik. Popularitas ini kemudian memunculkan tren baru, di mana sejumlah pengembang mulai menjadikan Expedition 33 sebagai referensi desain.
Sword and Fairy 4 Remake Dipamerkan oleh Developer China
Salah satu game yang disebut terinspirasi oleh Expedition 33 adalah Sword and Fairy 4 Remake. Game ini dikembangkan oleh Up Software, dengan Cube Game bertindak sebagai publisher. Keduanya berasal dari China dan baru saja merilis trailer perdana untuk proyek tersebut.
Sword and Fairy 4 Remake dikembangkan menggunakan Unreal Engine 5. Game ini merupakan versi remake dari Sword and Fairy 4, sebuah Turn Based RPG klasik yang sebelumnya telah dirilis dan dikenal luas. Versi terbarunya direncanakan meluncur untuk platform PC dan konsol, meski tanggal rilis resminya belum diumumkan.
Trailer yang dipamerkan menampilkan cuplikan gameplay, khususnya pada sistem pertarungan. Dari video tersebut, terlihat fokus pada penyajian visual modern dan animasi yang lebih dinamis dibanding versi aslinya.
Kemiripan Sistem Pertarungan dengan Expedition 33 Jadi Sorotan
Setelah trailer dirilis, banyak gamer langsung membandingkan Sword and Fairy 4 Remake dengan Clair Obscur Expedition 33. Perbandingan ini terutama muncul dari kemiripan tampilan antarmuka, sistem parry yang cepat, serta pergerakan kamera saat karakter bertarung.
Beberapa elemen visual dinilai mengingatkan pada gaya penyajian Expedition 33. Sistem parry yang mengandalkan timing presisi juga dianggap serupa. Selain itu, sudut kamera yang bergerak dinamis selama pertarungan turut memperkuat persepsi tersebut.
Meski begitu, tidak ada pernyataan resmi dari Up Software yang menyebutkan Expedition 33 sebagai inspirasi langsung. Kemiripan ini lebih banyak disimpulkan oleh komunitas gamer berdasarkan pengamatan visual dan mekanik gameplay.
Franchise Sword and Fairy Punya Sejarah Panjang di China
Sword and Fairy bukanlah nama baru di industri game. Franchise ini pertama kali dirilis pada 1995 dan berkembang menjadi salah satu seri RPG paling populer di China. Selama puluhan tahun, Sword and Fairy telah melahirkan banyak sekuel dan spin-off, serta memiliki basis penggemar yang kuat.
Popularitas inilah yang membuat Sword and Fairy 4 Remake mendapatkan respons positif dari gamer China. Banyak komentar di media sosial dan platform video memuji keputusan untuk memodernisasi seri klasik tersebut. Bagi penggemar lama, remake ini dianggap sebagai kesempatan untuk menikmati kembali cerita lama dengan teknologi terbaru.
Sebagian gamer China juga melihat kemiripan dengan Expedition 33 sebagai hal yang wajar. Mereka menilai adopsi tren global sebagai langkah realistis untuk membuat franchise lokal tetap relevan di pasar internasional.
“Baca Juga: Insentif Mobil Listrik 2026 dan Syarat Penerimaannya”
Reaksi Gamer Global dan Harapan Terhadap Pengembangan Game
Respons dari gamer luar China terbilang beragam. Sebagian menyambut positif kemunculan Sword and Fairy 4 Remake. Mereka menilai Expedition 33 telah membuka jalan dan menjadi inspirasi bagi developer lain. Hal ini dianggap sejalan dengan pernyataan developer Sandfall, yang sebelumnya mengakui terinspirasi dari berbagai JRPG populer.
Namun, ada juga gamer yang menyampaikan kekhawatiran. Mereka menilai Sword and Fairy 4 Remake terlalu mirip dengan Expedition 33. Kekhawatiran utama adalah potensi cap negatif sebagai game tiruan, bukan inovasi mandiri.
Sejumlah komentar berharap Up Software melakukan penyesuaian lebih lanjut. Gamer ingin melihat identitas khas Sword and Fairy tetap menonjol, baik dari segi narasi, desain dunia, maupun mekanik unik. Mengingat reputasi franchise yang kuat di China, banyak pihak berharap remake ini mampu berdiri sebagai karya yang orisinal, bukan sekadar bayangan kesuksesan Expedition 33.
