kholvad.com – Bungie kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan yang menyebut studio tersebut berpotensi melakukan PHK besar-besaran pada musim panas 2026. Bahkan, rumor yang beredar menyebut hingga 50 persen tenaga kerja perusahaan bisa terdampak oleh langkah efisiensi tersebut.
Kabar ini muncul di tengah masa yang cukup sulit bagi Bungie. Setelah Destiny 2 menerima update besar terakhirnya dan belum ada tanda-tanda pengembangan Destiny 3, masa depan studio tersebut terus menjadi bahan perdebatan di kalangan komunitas.
Di saat yang sama, Marathon yang digadang-gadang menjadi proyek live service berikutnya juga belum menunjukkan performa yang sesuai harapan. Kombinasi kedua situasi itu memunculkan spekulasi bahwa Bungie tengah menghadapi tekanan bisnis yang cukup besar.
“Baca Juga: Nintendo Buka Suara Soal Klaim Pencurian Data Karyawan”
Rumor mengenai PHK ini juga hadir di tengah gelombang restrukturisasi yang sedang melanda industri game. Dalam beberapa minggu terakhir, sejumlah perusahaan besar dilaporkan melakukan pemangkasan karyawan demi menyesuaikan strategi bisnis mereka.
Hingga kini, Bungie maupun Sony belum memberikan tanggapan resmi mengenai kabar tersebut. Karena itu, seluruh informasi yang beredar masih berada di ranah rumor dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Meski demikian, laporan ini langsung menarik perhatian banyak pihak mengingat Bungie merupakan salah satu studio paling berpengaruh dalam industri game modern.
Jurnalis Prancis Sebut Lebih dari 400 Karyawan Bisa Terdampak
Informasi mengenai kemungkinan PHK tersebut berasal dari jurnalis Prancis, Sylvain, yang membagikan laporannya melalui media sosial. Ia menyebut Bungie diperkirakan akan melakukan pengurangan karyawan dalam jumlah besar pada musim panas ini.
Menurut informasi yang ia peroleh, hingga 50 persen tenaga kerja Bungie berpotensi terdampak. Dengan jumlah karyawan yang diperkirakan mencapai sekitar 800 orang, angka tersebut berarti lebih dari 400 pegawai dapat kehilangan pekerjaan.
Jika laporan ini terbukti benar, maka langkah tersebut akan menjadi salah satu PHK terbesar yang pernah terjadi di Bungie. Dampaknya tentu tidak hanya dirasakan oleh para karyawan, tetapi juga dapat memengaruhi arah pengembangan proyek-proyek studio ke depan.
Namun, Sylvain tidak menjelaskan secara rinci divisi mana yang akan terdampak atau bagaimana proses restrukturisasi tersebut akan dilakukan. Karena itu, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab.
Sony sebagai pemilik Bungie juga belum memberikan komentar terkait laporan tersebut. Perusahaan asal Jepang itu mengakuisisi Bungie pada 2022 dengan nilai transaksi sekitar 3,6 miliar dolar AS.
Kini, perhatian publik tertuju pada apakah Sony akan mempertahankan struktur Bungie seperti saat ini atau melakukan perubahan besar demi menyesuaikan strategi bisnis mereka.
Destiny 2 dan Destiny 3 Jadi Sorotan Utama
Salah satu faktor yang disebut berkontribusi terhadap situasi Bungie adalah kondisi franchise Destiny. Destiny 2 telah menerima update besar terakhirnya, sementara masa depan Destiny 3 masih belum jelas.
Selama bertahun-tahun, Destiny menjadi sumber pendapatan utama Bungie. Game tersebut berhasil mempertahankan komunitas aktif dan terus menerima pembaruan secara berkala.
Namun kini, siklus konten Destiny 2 disebut mulai mendekati akhir. Hingga saat ini, Bungie maupun Sony belum mengumumkan rencana pengembangan Destiny 3.
Padahal, banyak penggemar masih berharap seri tersebut dapat berlanjut. Dukungan komunitas bahkan terlihat dari petisi yang meminta Bungie melanjutkan franchise Destiny.
Ketika update terakhir Destiny 2 dirilis, jumlah pemain sempat melonjak drastis hingga menyebabkan gangguan pada server. Hal tersebut menunjukkan bahwa minat terhadap franchise ini masih cukup besar.
Meski demikian, belum adanya proyek baru yang diumumkan membuat banyak pihak bertanya-tanya mengenai strategi Bungie setelah Destiny 2 memasuki fase akhir dukungannya.
Marathon Dinilai Belum Penuhi Ekspektasi
Selain Destiny, perhatian juga tertuju pada Marathon yang kini menjadi satu-satunya proyek live service utama Bungie. Game tersebut sebenarnya mendapatkan tanggapan yang cukup positif dari sejumlah media dan reviewer.
Namun, performa komersial Marathon disebut belum memenuhi ekspektasi. Popularitasnya dinilai belum cukup kuat untuk menjadi penerus kesuksesan Destiny dalam jangka panjang.
Beberapa laporan menyebut jumlah pemain Marathon terus mengalami penurunan sejak peluncurannya. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan game ini untuk bertahan di pasar live service yang sangat kompetitif.
Jika Marathon tidak mampu menghasilkan pendapatan yang diharapkan, sebagian pihak menilai Bungie mungkin memiliki jumlah karyawan yang terlalu besar untuk kebutuhan proyek yang tersisa.
Spekulasi inilah yang kemudian memicu rumor mengenai restrukturisasi dan PHK. Namun, hingga saat ini belum ada data resmi yang menunjukkan kondisi finansial Bungie maupun performa aktual Marathon.
Karena itu, sulit untuk memastikan apakah situasi kedua game tersebut benar-benar menjadi penyebab utama rumor PHK yang kini beredar.
“Baca Juga: Square Enix Pastikan FF VII Revelation Berakhir dengan Satu Ending”
Bungie Bisa Menjadi Korban Terbaru Gelombang Restrukturisasi Industri
Jika laporan mengenai PHK ini terbukti benar, Bungie akan menjadi nama terbaru dalam daftar panjang perusahaan game yang melakukan restrukturisasi sepanjang tahun ini.
Sebelumnya, Ubisoft telah memangkas ratusan karyawan di berbagai studio dan divisi global. Xbox juga dikabarkan sedang mempersiapkan gelombang PHK besar yang akan berlangsung setelah tahun fiskal Microsoft berakhir.
Fenomena ini menunjukkan bahwa industri game tengah menghadapi masa penyesuaian yang cukup besar. Setelah bertahun-tahun melakukan ekspansi agresif, banyak perusahaan kini mulai mengevaluasi kembali prioritas bisnis mereka.
Bungie sendiri memiliki sejarah panjang sebagai salah satu studio paling berpengaruh di industri. Mereka dikenal melalui franchise Halo sebelum akhirnya meraih kesuksesan besar lewat Destiny.
Karena itu, rumor mengenai kemungkinan PHK besar-besaran tentu menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar. Banyak pihak berharap Bungie dapat menemukan jalan keluar tanpa harus kehilangan terlalu banyak talenta yang telah membangun reputasi studio selama puluhan tahun.
Untuk saat ini, publik masih harus menunggu pernyataan resmi dari Bungie maupun Sony. Sampai ada konfirmasi lebih lanjut, masa depan studio tersebut masih menjadi salah satu tanda tanya terbesar di industri game saat ini.
