kholvad.com – Pada Sabtu, 15 November 2025, demonstrasi besar yang dimotori oleh Generasi Z meletus di seluruh Meksiko. Aksi protes ini dipicu oleh pembunuhan Wali Kota Uruapan, Carlos Manzo, yang ditembak mati pada 1 November 2025. Manzo dikenal karena upayanya yang keras menentang kekerasan kartel narkoba, dan pembunuhannya memicu kemarahan luas di kalangan masyarakat Meksiko. Ribuan orang turun ke jalan untuk mengecam meningkatnya kekerasan dan korupsi yang mereka klaim telah memperburuk keadaan di negara tersebut.
“Baca Juga: Trump Umumkan Penjualan Jet Tempur F-35 ke Arab Saudi”
Bentrokan dengan Polisi di Mexico City
Protes terbesar berlangsung di Mexico City, di mana para demonstran berhasil merobohkan pagar penghalang di sekitar Istana Nasional, kediaman Presiden Claudia Sheinbaum. Aksi ini menyebabkan bentrokan antara pengunjuk rasa dan pasukan polisi anti huru hara. Polisi membalas dengan menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa. Sekretaris Keamanan Publik Mexico City, Pablo Vazquez, melaporkan bahwa 100 petugas polisi terluka, termasuk 40 yang membutuhkan perawatan medis lebih lanjut. Sebanyak 20 warga sipil juga dilaporkan terluka, dan pihak berwenang menangkap 20 orang yang terlibat dalam bentrokan tersebut.
Penyebab Utama Protes: Pembunuhan Wali Kota Manzo
Pembunuhan Carlos Manzo pada 1 November 2025 memicu aksi protes ini. Manzo, yang dikenal sebagai seorang wali kota yang vokal menentang kartel narkoba dan kekerasan, ditembak mati saat menghadiri festival Hari Orang Mati di Uruapan. Para demonstran mengecam pemerintah Meksiko karena dianggap gagal melindungi pemimpin lokal yang berani melawan kekerasan kartel. Beberapa pengunjuk rasa bahkan mengungkapkan frustrasi mereka dengan menuntut pertanggungjawaban atas kematian Manzo. Di antara sorakan mereka, terdengar teriakan “Carlos tidak mati, pemerintah yang membunuhnya.”
“Generasi Z Meksiko” Menuntut Perubahan Sosial
Protes tersebut dipimpin oleh kelompok yang menyebut diri mereka “Generasi Z Meksiko”. Dalam manifesto yang tersebar di media sosial, mereka menyatakan bahwa gerakan ini bukan milik partai politik manapun dan mewakili pemuda Meksiko yang muak dengan kekerasan, korupsi, dan penyalahgunaan kekuasaan. Generasi Z merujuk pada orang-orang yang lahir antara 1997 dan 2012, yang banyak terpengaruh oleh ketidakadilan sosial dan masalah sistemik yang telah terjadi di negara mereka.
Pemerintah Meksiko Meragukan Motif Di Balik Protes
Presiden Claudia Sheinbaum meragukan motif di balik aksi protes ini. Pemerintah mengklaim bahwa sebagian besar aksi tersebut didorong oleh politisi sayap kanan yang tidak puas dengan kebijakan pemerintahan Sheinbaum. Selain itu, mereka juga menuduh bahwa demonstrasi ini dipromosikan oleh bot-bot di media sosial untuk memperburuk citra pemerintah. Meskipun demikian, Sheinbaum tetap menekankan bahwa setiap warga negara berhak untuk berdemonstrasi dan menyuarakan pendapatnya.
“Baca Juga: China Luncurkan Uji Coba Taksi Listrik Berganti Baterai”
Implikasi Jangka Panjang: Ketegangan Politik dan Sosial
Protes ini menambah ketegangan politik yang semakin memanas di Meksiko. Masyarakat merasa semakin frustrasi dengan ketidakmampuan pemerintah untuk mengendalikan kartel narkoba dan mengatasi kekerasan yang terus meningkat. Demonstrasi yang dipimpin oleh Generasi Z mungkin menjadi awal dari pergeseran politik di negara tersebut, di mana pemuda mulai berani tampil sebagai kekuatan yang menuntut perubahan besar. Ketegangan ini juga dapat mempengaruhi stabilitas pemerintahan Sheinbaum, yang harus menghadapi seruan-seruan untuk melakukan reformasi yang lebih nyata dalam menghadapi kejahatan terorganisir.
