kholvad.com – Pemerintah Korea Selatan mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat posisinya sebagai pemimpin global dalam kecerdasan buatan (AI). Melalui peluncuran Rencana Pengembangan Talenta AI untuk Semua (AI Talent Development Plan for All). Korea Selatan berkomitmen untuk memulai pendidikan AI sejak tingkat sekolah dasar. Inisiatif ini bertujuan menumbuhkan talenta AI dari sekolah dasar hingga tingkat pascasarjana. Dengan alokasi dana sebesar 1,4 triliun won (sekitar Rp 16 triliun). Rencana ini tidak hanya ditujukan untuk siswa di jalur sains dan teknologi, tetapi juga untuk semua siswa dan masyarakat umum. Dengan tujuan mengatasi kekurangan talenta AI yang semakin mengkhawatirkan.
“Baca Juga: Lenovo Luncurkan ThinkPad P1, P16, dan P14s: Laptop AI Terbaru”
Dana Besar untuk Meningkatkan Kapabilitas Kecerdasan Buatan
Dari total dana yang disiapkan, sebesar 900 miliar won (Rp 10,3 triliun) akan dialokasikan untuk sekolah dasar dan menengah, sementara 500 miliar won (Rp 5,7 triliun) akan digunakan untuk meningkatkan pendidikan di sekolah menengah atas. Kementerian Pendidikan Korea Selatan menyatakan bahwa pendidikan AI ini sangat penting untuk masa depan ekonomi dan teknologi negara tersebut. Menteri Pendidikan Choi Kyo-jin mengungkapkan, “Pengembangan talenta AI adalah masalah kelangsungan hidup bangsa yang harus kita kerjakan bersama.” Dengan langkah ini, Korea Selatan berharap dapat mengatasi masalah kekurangan profesional terampil di sektor AI yang telah tercatat dalam Global AI Index 2024, di mana Korea Selatan berada di peringkat ke-13 dalam kategori talenta AI.
Fokus pada Pendidikan AI di Semua Jenjang Pendidikan
Rencana ini akan dilaksanakan secara bertahap, dimulai pada 2026. Salah satu langkah penting adalah pembentukan Pusat Dukungan Pendidikan AI yang akan didirikan di tiga kantor pendidikan regional pada 2026, dan diperluas ke 17 wilayah pada 2028. Pusat-pusat ini akan menyediakan pelatihan bagi siswa, guru, dan orang tua untuk memperkenalkan serta memperdalam pemahaman tentang kecerdasan buatan. Pemerintah juga akan meningkatkan jumlah sekolah menengah kejuruan yang berorientasi pada AI dengan menambah tujuh sekolah setiap tahun hingga 2030.
Peningkatan Jumlah Sekolah dan Kurikulum Berbasis AI
Selain itu, pemerintah berencana untuk meningkatkan jumlah sekolah yang menawarkan kursus teknologi informasi dan klub AI. Pada 2023, ada 730 sekolah yang fokus pada AI, dan angka ini diproyeksikan akan meningkat menjadi 2.000 pada 2028. Langkah ini sejalan dengan rencana untuk merevisi kurikulum nasional K-12 (setara dengan TK hingga SMA), di mana AI akan dimasukkan sebagai mata pelajaran inti. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap warga negara dapat menggunakan AI dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari dan mempersiapkan mereka untuk memimpin dalam era transformasi AI.
“Baca Juga: Lenovo Perkenalkan ThinkStation P, PC Desktop Workstation Baru”
Rencana Ambisius untuk Menjadi Pemimpin Global dalam AI
Korea Selatan berharap dengan pendidikan AI yang dimulai sejak dini dan diperkenalkan secara komprehensif di seluruh sistem pendidikan, negara ini dapat mengatasi kekurangan talenta AI dan bersaing di tingkat global. Pemerintah berkomitmen untuk menjadikan negara ini salah satu dari tiga negara terkuat dalam bidang kecerdasan buatan. Jika berhasil, rencana ini akan memberikan dampak besar bagi masa depan teknologi dan ekonomi Korea Selatan, sekaligus memperkuat daya saing negara di panggung dunia.
