kholvad.com – Seorang wanita asal Guadeloupe, wilayah Karibia milik Prancis, tercatat sebagai satu-satunya individu yang diketahui memiliki golongan darah baru. Penemuan luar biasa ini diumumkan oleh French Blood Establishment (EFS), yang menyatakan bahwa golongan darah tersebut kini secara resmi dinamakan “Gwada Negatif”.
Identifikasi ini bukan hanya langkah besar bagi dunia transfusi, tetapi juga menambah jumlah sistem golongan darah global menjadi 48. Sistem terbaru ini diakui secara internasional pada awal Juni 2025 dalam konferensi International Society of Blood Transfusion (ISBT) di Milan, Italia.
Proses Penemuan Golongan Darah Langka Berlangsung Selama 15 Tahun
Penemuan golongan darah Gwada Negatif merupakan hasil penyelidikan selama 15 tahun. Proses ini bermula pada 2011, saat wanita berusia 54 tahun tersebut menjalani tes rutin sebelum operasi di Paris. Dalam tes tersebut, para ahli menemukan antibodi yang tidak dikenal sebelumnya. Temuan awal ini mendorong penasaran ilmiah, namun keterbatasan teknologi saat itu menghambat analisis lanjutan.
Baru belakangan ini, berkat kemajuan dalam high-throughput DNA sequencing, tim peneliti dari EFS yang dipimpin oleh ahli biologi medis Thierry Peyrard berhasil menelusuri penyebab antibodi tersebut. Mereka menemukan mutasi genetik langka yang diwarisi pasien dari kedua orang tuanya. Mutasi inilah yang menciptakan sistem antigen baru dalam sel darah merah pasien, menjadikannya sebagai satu-satunya individu yang diketahui memiliki golongan darah ini.
“Dia tidak diragukan lagi satu-satunya orang di dunia dengan golongan darah ini,” ujar Peyrard kepada AFP. Ia menambahkan bahwa pasien hanya cocok dengan dirinya sendiri dalam konteks transfusi, yang membuat kasus ini sangat unik dan penting.
Gwada Negatif Tambah Daftar Sistem Golongan Darah Dunia
Penamaan “Gwada Negatif” diambil dari sebutan lokal Guadeloupe, kampung halaman sang pasien. Nama ini dipilih tidak hanya karena relevansi geografis, tetapi juga karena dapat diterima secara linguistik oleh komunitas ilmiah global. “Namanya terdengar baik di semua bahasa,” jelas Peyrard dalam rilis resmi EFS di LinkedIn.
Sampai saat ini, ISBT telah mengakui 47 sistem golongan darah, termasuk sistem ABO dan Rh yang umum dikenal publik. Penambahan sistem ke-48 ini menegaskan pentingnya penelitian berkelanjutan dalam ilmu transfusi.
Menurut EFS, penemuan seperti ini dapat memberikan dampak besar dalam layanan transfusi global, khususnya bagi pasien dengan kondisi darah langka. Pengetahuan tentang golongan darah unik dapat mencegah reaksi transfusi berbahaya dan memperluas pilihan donor.
Peyrard dan timnya kini tengah mendorong kolaborasi internasional untuk mencari individu lain yang mungkin memiliki mutasi genetik serupa. Tujuannya adalah memperluas pemahaman tentang sistem darah ini dan mempersiapkan kemungkinan perawatan medis di masa depan.
“Baca Juga: Pertamina Umumkan Perubahan Harga BBM per 1 Agustus 2025 “
Kesimpulan: Penemuan yang Buka Jalan Penelitian Baru
Penemuan golongan darah Gwada Negatif menjadi bukti pentingnya pengembangan teknologi genetik dalam dunia medis. Dengan menggunakan metode sekuensing DNA berkecepatan tinggi, ilmuwan kini dapat mengidentifikasi variasi yang sangat langka pada manusia.
Kasus ini juga menegaskan perlunya data genetik global yang lebih komprehensif, terutama dari kelompok etnis dan wilayah yang kurang terwakili seperti Guadeloupe. Penelitian seperti ini tidak hanya memperluas pemahaman tentang tubuh manusia, tetapi juga bisa menyelamatkan nyawa dengan menyediakan opsi transfusi yang lebih aman.
Dengan pengakuan resmi dari ISBT, Gwada Negatif telah menambah bab baru dalam sejarah transfusi darah. Kini tantangannya adalah menemukan apakah ada orang lain yang juga membawa sistem darah serupa. Satu hal yang pasti, sains telah membuka pintu baru menuju pemahaman yang lebih dalam tentang keberagaman biologis manusia.
“Baca Juga: Galaxy Z Fold7 Hadir dengan Desain Tipis dan Fitur AI Baru “
