kholvad.com – Dispatch merupakan game petualangan naratif yang dikembangkan oleh AdHoc Studio. Ceritanya dibagi ke dalam delapan episode yang saling berkesinambungan. Pemain berperan sebagai Robert Robertson III, yang dikenal dengan alias Mecha Man. Dalam alur cerita, Robert tidak lagi bertarung di medan laga. Ia justru bekerja sebagai dispatcher yang membimbing para mantan supervillain. Tugas utamanya adalah membantu mereka kembali ke kehidupan normal. Proses ini dilakukan melalui sebuah program rehabilitasi bernama Phoenix Program. Game ini menekankan pilihan dialog dan konsekuensi moral. Setiap keputusan pemain dapat memengaruhi perkembangan karakter. Pendekatan ini membuat Dispatch lebih fokus pada narasi dibanding aksi. Tema penebusan dan perubahan perilaku menjadi inti cerita. Dispatch diposisikan sebagai pengalaman cerita interaktif yang matang.
“Baca Juga: Serial Fallout Season 1 Bisa Ditonton Gratis di YouTube”
Fitur Visual Censorship Dihilangkan dari Versi Nintendo Switch
Perbedaan signifikan muncul pada versi Nintendo Switch dan Switch 2. Fitur Visual Censorship yang tersedia di versi PC dan PS5 kini tidak lagi dapat diatur. Di platform lain, fitur ini dapat diaktifkan atau dinonaktifkan melalui menu toggle. Namun, di versi Switch dan Switch 2, opsi tersebut sepenuhnya dihapus. Artinya, sensor visual selalu aktif tanpa pilihan bagi pemain. Fitur ini menutupi adegan tertentu dengan bar hitam. Adegan yang disensor mencakup ketelanjangan atau gestur tangan yang dianggap tidak pantas. Perubahan ini berdampak langsung pada pengalaman visual pemain. Konten yang sebelumnya bersifat opsional kini menjadi wajib disensor. Hal ini memicu diskusi di kalangan komunitas gamer. Banyak pemain menilai kebijakan ini membatasi kebebasan pengguna.
Profanity Censorship Tetap Opsional di Konsol Nintendo
Meski Visual Censorship dikunci permanen, tidak semua bentuk sensor diperlakukan sama. Fitur Profanity Censorship masih tersedia di versi Nintendo. Pemain tetap bisa memilih untuk menampilkan atau menyembunyikan dialog kasar. Opsi ini dapat diatur melalui menu pengaturan seperti di platform lain. Keputusan ini menunjukkan adanya perbedaan standar antar jenis konten. Bahasa dianggap lebih fleksibel dibanding visual eksplisit. Dengan demikian, pemain Nintendo masih memiliki kendali terbatas. Dialog dengan kata-kata kasar tetap bisa dinikmati jika diinginkan. Namun, kontrol ini tidak berlaku untuk aspek visual. Perbedaan perlakuan ini menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi kebijakan. Pemain mempertanyakan alasan di balik penghapusan toggle visual. Diskusi ini terus berkembang sejak perilisan versi Switch.
Penjelasan AdHoc Studio soal Penyesuaian Konten dengan Nintendo
Menanggapi perbincangan tersebut, AdHoc Studio memberikan klarifikasi resmi. Mereka menyatakan bekerja sama langsung dengan Nintendo. Kerja sama ini dilakukan untuk menyesuaikan konten agar memenuhi standar rilis di Switch dan Switch 2. Menurut AdHoc, setiap platform memiliki kebijakan dan pertimbangan berbeda. Penilaian konten dilakukan oleh pemilik platform masing-masing. Beberapa bagian Dispatch harus disesuaikan agar lolos kurasi. AdHoc menegaskan bahwa perubahan ini bukan keputusan sepihak. Penyesuaian dilakukan demi memastikan game dapat dirilis secara resmi. Pernyataan ini menekankan realitas distribusi lintas platform. Pengembang sering kali harus berkompromi dengan aturan storefront. Hal tersebut menjadi bagian dari proses publikasi global.
“Baca Juga: RedMagic 11 Air Siap Masuk Indonesia, Nubia Buka Suara”
Sensor Tambahan Ditemukan pada Konten DLC di Nintendo eShop
Kasus sensor Dispatch di Nintendo bukan yang pertama. Pada Desember tahun lalu, pemain menemukan perubahan pada DLC Artbook and Comics Pack. Cover art DLC di Nintendo eShop dibuat lebih aman dibanding versi lain. Beberapa karakter mengalami perubahan visual. Karakter seperti Malevola dan Blonde Blazer terlihat memakai swimwear yang dimodifikasi. Bagian tubuh tertentu ditutupi lebih banyak dibanding versi PC dan PS5. Perubahan ini kembali memicu kritik dari pemain. Menariknya, kebijakan Nintendo tidak selalu konsisten. Game lain seperti Cyberpunk 2077: Ultimate Edition tetap menyediakan opsi nudity. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang standar yang diterapkan. Perbedaan perlakuan antar judul menjadi sorotan. Ke depan, kebijakan ini berpotensi memengaruhi minat beli Dispatch di Nintendo eShop.
