Mengisi bahan bakar minyak (BBM) merupakan rutinitas penting bagi setiap pengguna kendaraan bermotor. Namun, masih banyak pengendara yang belum memahami bahaya dari kebiasaan mengisi tangki BBM hingga penuh. Padahal, pengisian berlebihan dapat menimbulkan berbagai risiko, baik bagi kendaraan, pengendara, maupun lingkungan sekitar.
MENGAPA TANGKI BUTUH RUANG KOSONG?
Pada saat mengisi BBM, seringkali nozzle pompa otomatis berhenti dan terdengar bunyi “flop”. Bunyi ini menandakan tangki sudah cukup terisi dan sebaiknya pengisian dihentikan. Menurut produsen otomotif seperti Suzuki, ruang kosong di tangki berfungsi penting untuk menjaga tekanan dan memungkinkan bensin mengembang secara optimal. Jika tangki benar-benar penuh tanpa celah udara, proses pembakaran di mesin jadi tidak maksimal. Akibatnya, kendaraan bisa kehilangan efisiensi bahan bakar.
Sistem pengisian bahan bakar modern kini juga sudah dilengkapi dengan alat penghisap uap bensin. Jika pengisian tetap dipaksakan hingga luber, bensin yang keluar bisa terserap kembali ke dalam sistem SPBU. Artinya, Anda membayar bensin lebih banyak, namun tidak semua bahan bakar itu benar-benar masuk ke dalam tangki kendaraan Anda.
DAMPAK BBM LUBER: KERUGIAN EKONOMIS DAN LINGKUNGAN
Kebiasaan mengisi BBM hingga benar-benar penuh bukan hanya merugikan secara finansial, tapi juga berdampak negatif pada lingkungan. BBM yang meluber keluar dari tangki dapat mengenai bodi kendaraan, bahkan tercecer ke tanah. Uap bensin yang terbuang ke udara bisa menyebabkan polusi udara dan mencemari lingkungan sekitar. Data dari Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat menyebutkan, uap bensin mengandung senyawa organik volatil yang berkontribusi pada pencemaran udara dan menimbulkan risiko kesehatan, seperti gangguan pernapasan.
Selain itu, bensin yang tumpah juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran di area SPBU, terutama saat cuaca panas. Oleh karena itu, membiarkan ruang udara di dalam tangki saat mengisi BBM adalah tindakan bijak untuk menjaga keselamatan, sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
TIPS AMAN MENGISI DI SPBU
Agar pengisian BBM tetap aman dan efisien, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pengguna kendaraan. Pertama, hentikan pengisian ketika nozzle otomatis berhenti, jangan memaksa menambah bahan bakar. Kedua, pastikan tidak ada kebocoran pada tangki atau selang kendaraan. Ketiga, gunakan BBM sesuai dengan rekomendasi pabrikan untuk menjaga kinerja mesin.
Selalu perhatikan petunjuk dan larangan yang tertera di area SPBU demi keselamatan bersama. Hindari pula penggunaan ponsel saat mengisi BBM untuk meminimalisir risiko kebakaran akibat percikan listrik.
“Baca Juga: Wuling Luncurkan New Binguo EV, Harga Mulai Rp279 Juta“
Kesimpulan:
Mengisi tangki BBM terlalu penuh berisiko menimbulkan kerugian finansial, menurunkan efisiensi mesin, hingga membahayakan kesehatan dan lingkungan. Menyisakan sedikit ruang di tangki adalah langkah sederhana, namun sangat penting untuk keamanan berkendara. Mulai biasakan cara isi BBM yang benar demi kendaraan lebih awet dan lingkungan yang lebih sehat.
“Baca Juga: Impor ke AS Bebas Tarif, RI Lanjut Negosiasi“
