kholvad.com – Perjalanan Anthem sebagai game layanan daring akhirnya mencapai garis akhir. Electronic Arts mengonfirmasi bahwa server Anthem akan ditutup sepenuhnya pada 12 Januari 2026. Keputusan ini menandai berakhirnya akses total terhadap game tersebut karena Anthem sejak awal dirancang sebagai game online-only. Tanpa server aktif, game ini tidak dapat dimainkan dalam bentuk apa pun, termasuk mode offline yang selama bertahun-tahun diharapkan komunitas.
“Baca Juga: Ubisoft PHK 71 Karyawan Halifax Seminggu Usai Berserikat”
Pengumuman ini menjadi penutup dari masa hidup Anthem yang panjang namun penuh gejolak. Meski server masih dipertahankan untuk beberapa waktu setelah pengembangan dihentikan, EA akhirnya menetapkan tanggal akhir resmi. Bagi pemain yang masih aktif, keputusan ini menyisakan waktu singkat sebelum Anthem benar-benar menghilang dari ekosistem game modern.
Ambisi Besar Anthem dan Ekspektasi Tinggi Saat Peluncuran
Anthem dikembangkan oleh BioWare sebagai proyek ambisius yang diharapkan menjadi pilar baru bagi EA. Game ini memadukan gameplay third-person action, dunia terbuka daring, serta sistem kostum futuristik bernama Javelin yang memungkinkan pemain terbang bebas. Konsep tersebut menjadikan Anthem tampil berbeda dibanding game co-op lain pada masanya.
Saat pertama kali dirilis, sistem terbang dan pertarungan Anthem mendapat banyak pujian. Kontrol yang responsif dan sensasi bergerak di udara dianggap sebagai salah satu keunggulan utama. Namun, di balik potensi tersebut, game ini dinilai belum matang. Berbagai masalah teknis, misi yang repetitif, serta minimnya konten endgame membuat banyak pemain kehilangan minat dalam waktu singkat.
Masalah Teknis dan Konten Jadi Faktor Kegagalan
Seiring berjalannya waktu, kelemahan Anthem semakin terlihat. Server kerap mengalami kendala, progresi terasa lambat, dan variasi aktivitas terbatas. Konten endgame yang diharapkan menjadi alasan pemain bertahan justru dinilai kurang dalam dan cepat terasa monoton. Hal ini membuat basis pemain menurun drastis hanya beberapa bulan setelah peluncuran.
Kondisi tersebut berdampak pada reputasi Anthem sebagai game layanan. Banyak pemain dan pengamat menilai bahwa Anthem dirilis sebelum benar-benar siap. Ketidakseimbangan antara ambisi besar dan eksekusi yang kurang solid menjadi faktor utama kegagalan game ini memenuhi ekspektasi pasar.
Upaya Reboot BioWare Austin yang Tak Pernah Tuntas
Menyadari masalah tersebut, EA sempat memberi lampu hijau untuk perombakan besar melalui proyek yang dikenal sebagai Anthem Next. Pengembangan ini ditangani oleh BioWare Austin di bawah arahan Christian Dailey. Tujuannya adalah memperbaiki fondasi gameplay, struktur progresi, serta menghadirkan pengalaman yang lebih matang.
Namun, harapan tersebut tidak bertahan lama. Kurang dari satu tahun setelah diumumkan, pengembangan Anthem Next dihentikan. EA memilih menghentikan investasi lebih lanjut dan memindahkan sumber daya ke proyek lain. Sejak saat itu, Anthem berada dalam status bertahan hidup dengan server yang tetap aktif, tetapi tanpa pembaruan berarti.
“Baca Juga: Kacamata IXI Hadirkan Autofokus untuk Atasi Rabun”
Penutupan Server dan Isu Pelestarian Game Online
EA pertama kali mengumumkan rencana penutupan server Anthem pada Juli 2025. Konfirmasi tanggal akhir pada Januari 2026 mempertegas bahwa tidak ada rencana mode offline atau bentuk pelestarian lain. Keputusan ini kembali memicu perdebatan soal game preservation, terutama untuk game online-only yang sepenuhnya bergantung pada server penerbit.
Meski sempat muncul petisi dari komunitas yang meminta EA mempertahankan Anthem dalam bentuk offline, keputusan perusahaan tidak berubah. Dengan penutupan ini, Anthem menjadi contoh nyata rapuhnya masa depan game berbasis layanan. Ketika server dimatikan, seluruh dunia, progres, dan pengalaman yang pernah ada ikut lenyap, meninggalkan pelajaran penting bagi industri dan pemain tentang risiko model game layanan jangka panjang.
