kholvad.com – Penggunaan kecerdasan buatan atau AI generatif dalam industri game terus mengalami peningkatan. Survei terbaru dari Japan Online Game Association (JOGA) menunjukkan seluruh studio pengembang game online di Jepang yang menjadi responden telah memanfaatkan teknologi AI generatif dalam proses kerja mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa AI kini semakin terintegrasi dalam pengembangan game, bukan lagi sekadar teknologi eksperimental. Meski demikian, survei tersebut hanya mencakup pengembang game online domestik dan tidak mewakili seluruh industri game Jepang.
“Baca Juga: Fortnite Hadirkan NPC AI untuk Percakapan Interaktif”
Seluruh Responden Survei Dilaporkan Sudah Mengadopsi AI
Berdasarkan laporan tahunan JOGA yang dipublikasikan melalui Famitsu, sebanyak 100 persen studio pengembang game online yang menjadi responden mengaku telah menggunakan AI generatif dalam aktivitas pengembangan.
Survei tersebut mencakup pengembang game online domestik yang dijalankan melalui internet, tanpa membedakan platform yang digunakan. Namun, hasilnya tidak mencakup seluruh industri game Jepang.
Artinya, pengembang game PC maupun konsol yang berfokus pada permainan offline tidak termasuk dalam cakupan penelitian tersebut. Karena itu, hasil survei tidak dapat digeneralisasikan untuk seluruh ekosistem pengembangan game di Jepang.
Meski memiliki ruang lingkup terbatas, temuan tersebut tetap memberikan gambaran mengenai semakin luasnya penggunaan AI di sektor game online.
Google Gemini Jadi AI Generatif Paling Banyak Digunakan
Survei juga mengungkap layanan AI generatif yang paling banyak dimanfaatkan oleh para pengembang. Google Gemini menjadi pilihan utama dengan tingkat adopsi mencapai 94 persen.
Di posisi berikutnya terdapat Claude yang digunakan oleh 84 persen responden. Sementara itu, GitHub Copilot berada di urutan ketiga dengan tingkat penggunaan sebesar 76 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa pengembang tidak hanya mengandalkan satu layanan AI. Banyak studio memanfaatkan beberapa platform sekaligus sesuai kebutuhan masing-masing.
Beragamnya pilihan teknologi juga mencerminkan semakin berkembangnya ekosistem AI yang tersedia untuk industri pengembangan perangkat lunak dan game.
AI Lebih Banyak Dipakai untuk Analisis Dibanding Konten Game
Menariknya, AI generatif ternyata belum menjadi alat utama dalam menciptakan aset kreatif di dalam game. Berdasarkan hasil survei, teknologi tersebut lebih banyak dimanfaatkan untuk analisis bisnis.
Pengembang menggunakan AI untuk memahami preferensi pemain serta memprediksi perilaku pengguna. Informasi tersebut membantu studio mengambil keputusan terkait pengembangan maupun layanan game.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa AI dimanfaatkan sebagai alat pendukung pengambilan keputusan. Fokus utamanya masih berada pada peningkatan efisiensi dan pemahaman terhadap kebutuhan pemain.
Penggunaan AI di bidang analitik juga dinilai memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan penerapan langsung pada proses kreatif.
“Baca Juga: Fallout 3 dan New Vegas Remaster Resmi Diumumkan”
Developer Masih Khawatir Soal Hak Cipta dan Kreativitas
Meski tingkat adopsinya sangat tinggi, survei menunjukkan masih ada kekhawatiran dari kalangan pengembang. Sejumlah responden menilai penggunaan AI secara luas berpotensi memunculkan persoalan hak cipta.
Mereka juga mengkhawatirkan kemungkinan desain game menjadi semakin seragam apabila terlalu bergantung pada AI generatif. Kekhawatiran tersebut memperlihatkan bahwa aspek etika dan kreativitas masih menjadi perhatian utama industri.
Temuan JOGA juga sejalan dengan pernyataan Google Cloud beberapa bulan sebelumnya. Perusahaan tersebut menyebut hampir seluruh studio game besar sebenarnya telah memanfaatkan AI, meskipun banyak yang tidak mengungkapkannya secara terbuka.
Di sisi lain, sejumlah perusahaan seperti Capcom telah menegaskan bahwa AI digunakan untuk meningkatkan efisiensi kerja dan membantu menyelesaikan tugas-tugas repetitif. Perusahaan tersebut menekankan bahwa teknologi AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan kreativitas para pengembang.
Secara keseluruhan, hasil survei ini menunjukkan AI generatif telah menjadi bagian penting dalam proses pengembangan game modern. Tantangan berikutnya bagi industri bukan lagi mengenai tingkat adopsi, melainkan bagaimana memanfaatkan teknologi tersebut secara bertanggung jawab tanpa mengurangi kreativitas, orisinalitas karya, maupun kepercayaan para pemain.
