kholvad.com – Qualcomm kembali memperkuat posisinya di pasar laptop berbasis ARM dengan memperkenalkan chipset seri Snapdragon X2 Plus. Chipset ini dirancang khusus untuk perangkat Windows dan menjadi penerus langsung dari lini Snapdragon X Plus yang lebih dulu hadir. Di saat yang sama, Snapdragon X2 Plus diposisikan sebagai alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan Snapdragon X2 Elite. Chipset kelas atas yang telah diumumkan Qualcomm pada 2024 lalu.
“Baca Juga: Gambar Cabul AI di X, Grok Terancam Gugatan Tiga Negara”
Kehadiran Snapdragon X2 Plus menunjukkan keseriusan Qualcomm dalam memperluas adopsi Windows on ARM. Terutama untuk segmen laptop tipis dan ringan dengan efisiensi daya tinggi. Dengan performa yang diklaim meningkat signifikan dibanding generasi sebelumnya. Chipset ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan keseimbangan antara kinerja, efisiensi, dan harga yang lebih kompetitif.
Qualcomm menyebut Snapdragon X2 Plus sebagai solusi ideal bagi produsen laptop yang ingin menghadirkan perangkat bertenaga AI tanpa harus menggunakan chipset flagship yang lebih mahal.
Dua Varian Core dengan Arsitektur Oryon Generasi Terbaru
Snapdragon X2 Plus hadir dalam dua varian utama, yaitu Snapdragon X2 Plus X2P-42-100 dan X2P-64-100. Varian X2P-42-100 dibekali enam core CPU, sedangkan X2P-64-100 menawarkan konfigurasi sepuluh core yang lebih bertenaga. Keduanya menggunakan arsitektur CPU Oryon generasi terbaru, yang menjadi tulang punggung strategi Qualcomm di segmen komputasi laptop.
Untuk versi 10-core, Qualcomm membekali chipset ini dengan total cache sebesar 34MB dan frekuensi multithread maksimum hingga 4GHz. Sementara itu, versi 6-core memiliki total cache 22MB dengan frekuensi maksimum yang sama, yaitu 4GHz. Perbedaan jumlah core dan cache ini membuat varian 10-core lebih cocok untuk beban kerja berat seperti multitasking intensif, pengolahan data, dan aplikasi produktivitas tingkat lanjut.
Meski demikian, Qualcomm tetap menargetkan efisiensi daya sebagai keunggulan utama, sehingga varian 6-core diposisikan sebagai opsi hemat daya untuk laptop mainstream.
GPU Adreno X2-45 dan Fabrikasi 3nm
Kedua varian Snapdragon X2 Plus sama-sama menggunakan GPU terintegrasi Adreno X2-45. Namun, terdapat perbedaan kecepatan clock antara keduanya. Pada versi 10-core, GPU Adreno X2-45 dapat berjalan hingga 1,7GHz, sedangkan pada versi 6-core kecepatannya dibatasi hingga 900MHz. Perbedaan ini berdampak langsung pada performa grafis, terutama untuk kebutuhan multimedia, editing ringan, dan gaming kasual.
Chipset ini diproduksi menggunakan proses fabrikasi 3nm, yang memungkinkan peningkatan performa sekaligus efisiensi daya yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya. Fabrikasi ini menjadi salah satu faktor utama yang memungkinkan Qualcomm mengklaim konsumsi daya yang lebih rendah tanpa mengorbankan kinerja.
Dengan kombinasi CPU Oryon dan GPU Adreno terbaru, Snapdragon X2 Plus diharapkan mampu memberikan pengalaman Windows yang lebih responsif di perangkat ARM.
NPU 80 TOPS dan Fokus pada AI di Laptop
Salah satu daya tarik utama Snapdragon X2 Plus adalah keberadaan Neural Processing Unit dengan kemampuan hingga 80 TOPS. Qualcomm mengklaim NPU ini sebagai yang tercepat di kelas laptop saat ini. NPU tersebut dirancang untuk menangani berbagai tugas kecerdasan buatan secara lokal, mulai dari pemrosesan gambar, fitur AI di sistem operasi Windows, hingga aplikasi produktivitas berbasis AI.
Selain itu, chipset ini mendukung RAM LPDDR5X hingga kapasitas maksimum 128GB, memberikan fleksibilitas besar bagi produsen laptop. Dukungan konektivitas juga terbilang lengkap, mencakup Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, serta opsi modem 5G untuk perangkat tertentu.
Qualcomm juga menjanjikan tidak ada penurunan performa saat laptop digunakan tanpa terhubung ke sumber daya listrik. Klaim ini menjadi salah satu pembeda utama dibandingkan laptop berbasis x86, meski durasi “daya tahan baterai beberapa hari” tetap bergantung pada kapasitas baterai yang dipilih oleh masing-masing produsen.
“Baca Juga: Sony Ajukan Paten AI Pendamping Gameplay”
Performa, Efisiensi, dan Jadwal Kehadiran di Pasar
Dari sisi performa, Snapdragon X2 Plus diklaim mampu menghadirkan peningkatan performa single-core CPU hingga 35 persen dibandingkan Snapdragon X Plus generasi sebelumnya. Di saat yang sama, konsumsi daya disebut turun hingga 43 persen, menjadikannya solusi yang lebih efisien untuk penggunaan harian.
Kombinasi peningkatan performa dan efisiensi ini membuat Snapdragon X2 Plus berpotensi menjadi pilihan menarik di segmen laptop Windows ARM kelas menengah. Qualcomm menargetkan chipset ini untuk digunakan pada laptop yang mengutamakan mobilitas, produktivitas, dan fitur AI modern.
Laptop pertama yang menggunakan Snapdragon X2 Plus diperkirakan akan mulai memasuki pasar pada akhir Juni. Kehadiran perangkat-perangkat tersebut akan menjadi ujian penting bagi Qualcomm untuk membuktikan bahwa Windows on ARM semakin matang dan siap bersaing di pasar laptop global.
