kholvad.com – Nintendo mengumumkan penyesuaian harga layanan Nintendo Switch Online di Jepang yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Keputusan ini menjadi kenaikan harga pertama sejak layanan tersebut diluncurkan pada Maret 2017.
Selama hampir delapan tahun, Nintendo mempertahankan tarif langganan tanpa perubahan. Kini, perusahaan mengikuti langkah sejumlah layanan gaming lain yang lebih dahulu menaikkan harga, seperti Xbox Game Pass dan PlayStation Plus.
“Baca Juga: Steam Machine Resmi Dibanderol Mulai di Atas US$1.000″
Pengumuman tersebut menandai berakhirnya periode panjang tanpa penyesuaian tarif untuk layanan berlangganan Nintendo. Meski hanya berlaku di Jepang untuk saat ini, keputusan tersebut tetap menjadi perhatian para pengguna di berbagai negara.
Nintendo menyebut penyesuaian harga dilakukan sebagai bagian dari pengelolaan layanan global yang terus berkembang. Perusahaan juga menyesuaikan struktur harga agar lebih seimbang dengan kondisi pasar saat ini.
Seluruh Paket Nintendo Switch Online Mengalami Penyesuaian Harga
Berdasarkan laporan VGC, seluruh paket langganan Nintendo Switch Online di Jepang mengalami kenaikan harga. Perubahan tersebut mencakup paket individual maupun paket keluarga.
Paket individual satu bulan yang sebelumnya dibanderol ¥306 kini naik menjadi ¥400. Sementara itu, paket tiga bulan meningkat dari ¥815 menjadi ¥1.000.
Untuk langganan tahunan, harga paket individual berubah dari ¥2.400 menjadi ¥3.000. Kenaikan juga berlaku pada Family Plan selama 12 bulan yang meningkat dari ¥4.500 menjadi ¥5.800.
Nintendo turut menyesuaikan harga Nintendo Switch Online + Expansion Pack. Paket individual naik dari ¥4.900 menjadi ¥5.900, sedangkan Family Plan dengan Expansion Pack meningkat dari ¥8.900 menjadi ¥9.900.
Seluruh perubahan tersebut mulai diterapkan pada 1 Juli 2026 untuk pelanggan di Jepang.
Nintendo Switch Online Tetap Tawarkan Beragam Fitur Utama
Nintendo Switch Online menjadi salah satu layanan penting dalam ekosistem Nintendo Switch. Langganan ini memberikan akses ke berbagai fitur yang mendukung pengalaman bermain secara daring.
Pelanggan dapat menggunakan layanan multiplayer online untuk memainkan berbagai game bersama pemain lain melalui internet. Selain itu, Nintendo juga menyediakan fitur cloud save yang memungkinkan penyimpanan data permainan secara daring.
Layanan ini turut mendukung voice chat melalui aplikasi seluler resmi Nintendo. Untuk pengguna Nintendo Switch 2, Nintendo juga menghadirkan fitur GameChat sebagai bagian dari pengembangan ekosistem terbaru.
Selain fitur daring, Nintendo Switch Online juga memberikan akses ke koleksi Nintendo Classics. Pengguna dapat memainkan berbagai game klasik dari NES, SNES, Nintendo 64, GameCube, Game Boy, Game Boy Advance, Virtual Boy, hingga Mega Drive sesuai paket langganan yang dimiliki.
Kenaikan Harga Baru Dikonfirmasi untuk Jepang dan Korea Selatan
Hingga saat ini, Nintendo baru memastikan bahwa penyesuaian harga tidak hanya berlaku di Jepang. Korea Selatan juga akan menerima perubahan tarif yang serupa.
Sementara itu, belum ada pengumuman mengenai kenaikan harga di wilayah lain. Nintendo belum mengindikasikan adanya perubahan tarif untuk Amerika Serikat, Eropa, maupun negara-negara Asia lainnya, termasuk Indonesia.
Kondisi tersebut memberikan kepastian sementara bagi pelanggan di luar Jepang dan Korea Selatan. Pengguna di berbagai wilayah masih dapat menikmati layanan dengan tarif yang berlaku saat ini.
Meski demikian, Nintendo belum menutup kemungkinan melakukan evaluasi harga di masa mendatang apabila kondisi pasar mengalami perubahan.
“Baca Juga: Nubia Air Pro Hadir, Usung Bodi Tipis dan Dimensity 7100″
Pelemahan Yen Diduga Menjadi Alasan Penyesuaian Tarif
Salah satu faktor yang diduga mendorong penyesuaian harga adalah melemahnya nilai tukar yen terhadap dolar Amerika Serikat. Dalam beberapa tahun terakhir, mata uang Jepang berada pada salah satu titik terlemahnya sejak dekade 1980-an.
Kondisi tersebut menciptakan selisih harga yang cukup besar antara layanan Nintendo Switch Online di Jepang dan pasar internasional. Sebelum kenaikan, paket tahunan di Jepang setara sekitar US$14,86, sedangkan pelanggan di Amerika Serikat membayar sekitar US$19,99 untuk layanan yang sama.
Setelah penyesuaian, harga paket tahunan di Jepang menjadi sekitar US$18,58. Perubahan tersebut membuat perbedaan tarif antarwilayah menjadi lebih kecil dibandingkan sebelumnya.
Nintendo sebelumnya menjelaskan bahwa Nintendo Switch Online merupakan layanan global dengan struktur harga yang saling berkaitan. Karena itu, penyesuaian dilakukan untuk menjaga keseimbangan harga di berbagai pasar.
Hingga kini belum ada tanda-tanda bahwa kenaikan serupa akan diterapkan di Indonesia. Namun, keputusan Nintendo tetap menjadi perhatian mengingat fluktuasi nilai tukar mata uang juga terjadi di berbagai negara. Untuk saat ini, pengguna di luar Jepang dan Korea Selatan masih dapat menikmati Nintendo Switch Online dengan tarif lama sambil menunggu pengumuman resmi berikutnya dari Nintendo.
