kholvad.com – Lenovo memperkirakan harga memori RAM dan NAND Flash akan tetap berada pada level tinggi dalam beberapa tahun mendatang. Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak langsung pada harga komputer, laptop, konsol, hingga perangkat gaming lainnya.
Dalam beberapa waktu terakhir, industri teknologi memang menghadapi kenaikan harga berbagai komponen penting. Setelah kartu grafis dan konsol mengalami penyesuaian harga, memori kini diperkirakan akan mengikuti tren yang sama.
“Baca Juga: Penjualan Game AAA Single-Player Didominasi PS5″
Informasi tersebut berasal dari laporan ComputerBase yang mengutip pernyataan Lenovo pada ajang ISC 2026. Perusahaan menilai tingginya harga memori berpotensi menjadi kondisi baru yang harus dihadapi industri teknologi.
Apabila prediksi tersebut terbukti, produsen perangkat keras diperkirakan akan terus menghadapi biaya produksi yang lebih tinggi dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Lenovo Sebut Harga Memori Tinggi Menjadi Normal Baru
Dalam kesempatan tersebut, Executive Director Infrastructure Solutions Group Lenovo EMEA, Martin Hiegl, menjelaskan bahwa harga DRAM dan NAND Flash kemungkinan tidak akan kembali ke tingkat sebelum krisis pasokan yang terjadi sekitar satu tahun terakhir.
Menurut Hiegl, kapasitas produksi memang diperkirakan meningkat mulai 2028. Namun, peningkatan tersebut belum tentu membuat harga memori kembali murah seperti sebelumnya.
Ia menilai harga tinggi akan menjadi normal baru bagi industri semikonduktor. Dengan kata lain, pasar kemungkinan akan mencapai kondisi yang lebih stabil, tetapi bukan berarti harga akan kembali ke level lama.
Pernyataan tersebut mencerminkan perubahan besar dalam rantai pasok komponen teknologi. Produsen kini menghadapi permintaan yang terus meningkat dari berbagai sektor yang membutuhkan kapasitas memori lebih besar.
Kondisi ini menjadi perhatian karena DRAM dan NAND merupakan komponen utama yang digunakan pada komputer, laptop, konsol, server, hingga perangkat seluler.
Permintaan AI Dorong Perubahan Prioritas Produksi Memori
Lenovo menjelaskan bahwa meningkatnya kebutuhan komputasi berbasis kecerdasan buatan menjadi salah satu faktor utama di balik perubahan pasar memori.
Produsen chip kini lebih banyak mengalokasikan kapasitas produksi untuk High Bandwidth Memory atau HBM. Jenis memori tersebut banyak digunakan pada akselerator AI dan pusat data yang menawarkan nilai jual lebih tinggi.
Selain HBM, perusahaan semikonduktor juga memprioritaskan berbagai komponen kelas data center karena memiliki margin keuntungan yang lebih besar dibandingkan produk untuk konsumen umum.
Akibatnya, pasokan DRAM dan NAND bagi komputer pribadi, laptop, ponsel pintar, serta konsol menjadi lebih terbatas. Ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan tersebut ikut mendorong harga memori tetap tinggi.
Selama kebutuhan AI terus bertumbuh, produsen diperkirakan akan mempertahankan fokus pada segmen pusat data. Hal itu membuat tekanan terhadap pasar memori konsumen kemungkinan masih akan berlanjut.
Harga Konsol dan PC Gaming Berpotensi Terus Meningkat
Dampak dari kenaikan harga memori mulai dirasakan oleh berbagai produsen perangkat keras. Lenovo menilai biaya produksi akan semakin meningkat apabila harga DRAM dan NAND tidak mengalami penurunan berarti.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Microsoft telah mengumumkan kenaikan harga Xbox Series X hingga sekitar 800 dolar Amerika Serikat di sejumlah pasar. Beberapa produsen lain juga disebut telah memperingatkan adanya kenaikan biaya produksi perangkat.
Kondisi tersebut diperkirakan akan memengaruhi harga komputer gaming, laptop, hingga konsol generasi berikutnya. Komponen memori merupakan bagian penting dari hampir seluruh perangkat elektronik modern sehingga kenaikan harganya memiliki dampak yang luas.
Berbagai laporan sebelumnya juga menyebut Sony mulai mengubah strategi bisnis perangkat keras. Perusahaan dikabarkan tidak lagi ingin menjual konsol baru dengan skema subsidi yang besar seperti generasi sebelumnya.
Selain itu, meningkatnya harga DRAM dan media penyimpanan SSD disebut menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan perangkat PlayStation generasi berikutnya.
“Baca Juga: Fujifilm Hadirkan Kamera QuickSnap Terbaru”
Stabil Bukan Berarti Murah bagi Industri Gaming
Lenovo tetap memperkirakan kapasitas produksi memori akan meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Peningkatan tersebut diharapkan dapat membantu menstabilkan kondisi pasar setelah periode kelangkaan pasokan.
Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa stabilitas harga tidak selalu berarti harga akan kembali rendah. Permintaan yang terus tumbuh dari sektor kecerdasan buatan diperkirakan tetap menjaga harga memori berada di atas tingkat historis.
Bagi industri gim, kondisi ini dapat memengaruhi biaya pengembangan perangkat keras selama beberapa tahun ke depan. Produsen harus menyesuaikan strategi agar mampu menghadirkan produk yang tetap kompetitif di tengah kenaikan biaya komponen.
Sementara itu, bagi konsumen, prediksi Lenovo menjadi pengingat bahwa biaya membeli atau merakit perangkat gaming kemungkinan akan semakin besar dibandingkan beberapa tahun lalu. Meski demikian, seluruh proyeksi tersebut masih merupakan perkiraan berdasarkan kondisi industri saat ini dan akan sangat bergantung pada perkembangan kapasitas produksi serta permintaan pasar global dalam beberapa tahun mendatang.
