kholvad.com – Pameran CES beberapa tahun terakhir didominasi oleh tren smartglasses. Banyak produsen berlomba mengintegrasikan layar, kamera, dan kecerdasan buatan. Namun, startup asal Finlandia bernama IXI memilih jalur berbeda.
“Baca Juga: Xiaomi Siapkan Ponsel Berkipaas Pendingin Internal”
Alih-alih membuat kacamata pintar dengan fitur digital, IXI berfokus pada fungsi paling mendasar. Mereka mencoba memodernisasi sistem lensa kacamata. Teknologi ini nyaris tidak berubah selama puluhan tahun.
IXI menampilkan prototipe kacamata dengan lensa autofokus. Pendekatan ini menyasar masalah penglihatan akibat usia. Solusi tersebut ditujukan untuk presbiopi atau rabun dekat. Presbiopi umumnya dialami oleh pengguna berusia di atas 45 tahun. Selama ini, solusi yang tersedia adalah lensa bifokal atau progresif. Kedua jenis lensa tersebut memiliki keterbatasan kenyamanan. Melalui inovasi ini, IXI ingin menghadirkan pengalaman visual yang lebih alami. Pengguna tidak perlu menyesuaikan posisi kepala atau pandangan. Fokus akan mengikuti mata secara otomatis.
Lensa Liquid Crystal dengan Fokus Otomatis Real Time
Inti dari teknologi IXI terletak pada penggunaan lensa liquid crystal. Lensa ini mampu mengubah fokus secara dinamis. Perubahan terjadi mengikuti arah pandang pengguna. Ketika mata melihat objek dekat, lensa langsung menyesuaikan fokus. Saat pengguna berpindah melihat objek jauh, fokus kembali berubah. Proses ini berlangsung instan tanpa jeda terasa.
Pendekatan ini meniru cara kerja mata manusia yang sehat. Pengguna tidak lagi melewati area transisi seperti pada lensa progresif. Pengalaman visual terasa lebih natural dan konsisten. IXI menegaskan bahwa teknologi ini bukan sekadar konsep. Prototipe yang dipamerkan sudah berfungsi penuh. Transisi fokus dapat dirasakan secara langsung.
Teknologi ini juga dirancang kompatibel dengan resep kacamata konvensional. Koreksi rabun jauh, rabun dekat, hingga astigmatisme tetap dapat diterapkan. Lensa autofokus berfungsi sebagai lapisan tambahan.
Sistem Pelacakan Mata Tanpa Kamera
Salah satu aspek paling menarik dari kacamata IXI adalah sistem pelacakan matanya. Berbeda dari smartglasses lain, IXI tidak menggunakan kamera. Pendekatan ini dipilih demi efisiensi dan privasi. Sebagai gantinya, IXI memanfaatkan LED inframerah dan photodiode. Komponen ini membaca pergerakan dan konvergensi mata. Sistem ini mampu menentukan jarak pandang pengguna.
Konsumsi dayanya sangat rendah, hanya sekitar 4 milliwatt. Angka ini jauh lebih efisien dibanding sistem berbasis kamera. Efisiensi tersebut memungkinkan penggunaan baterai kecil. Seluruh komponen elektronik disematkan di frame depan dan tangkai kacamata. Penempatannya berada dekat engsel agar seimbang. Pengguna tidak merasakan beban berlebih.
Pendekatan tanpa kamera juga menghilangkan kekhawatiran perekaman visual. IXI menegaskan bahwa sistem ini hanya membaca sinyal optik sederhana. Tidak ada data visual yang direkam atau disimpan.
Desain Tetap Seperti Kacamata Biasa
Meski membawa teknologi canggih, desain kacamata IXI tetap konvensional. Dari luar, tampilannya tidak berbeda dari kacamata biasa. Bobotnya pun diklaim setara dengan kacamata standar. Lensa liquid crystal dibuat sangat tipis. Hal ini memungkinkan integrasi tanpa menambah ketebalan signifikan. Pengguna tetap mendapatkan estetika yang familiar.
IXI juga memastikan kacamata tetap berfungsi saat baterai habis. Dalam kondisi tersebut, lensa akan bertindak seperti kacamata biasa. Pengguna tetap bisa melihat dengan resep standar. Pendekatan ini membuat produk terasa lebih praktis. Tidak ada risiko kacamata menjadi tidak berguna. Fitur autofokus berfungsi sebagai peningkatan, bukan ketergantungan mutlak.
Desain ini memperkuat posisi IXI sebagai alternatif, bukan pesaing smartglasses. Fokus mereka tetap pada kesehatan visual. Estetika dan kenyamanan menjadi prioritas utama.
“Baca Juga: Snapdragon X2 Plus Resmi, Chipset Laptop Terbaru Qualcomm”
Menuju Produk Premium dan Peluncuran Komersial
IXI memposisikan produk ini sebagai kacamata premium. Untuk mewujudkannya, mereka bekerja sama dengan Optiswiss. Perusahaan asal Swiss ini dikenal sebagai produsen lensa berkualitas tinggi.
Saat ini, IXI masih menjalani proses sertifikasi medis. Tahapan ini penting karena produk menyangkut kesehatan mata. Setelah sertifikasi, produksi massal akan dipersiapkan.
Perusahaan menargetkan peluncuran produk pertamanya pada tahun depan. Jadwal tersebut bergantung pada hasil uji klinis dan kesiapan manufaktur. Namun, IXI tampak optimistis.
Jika berhasil, teknologi ini berpotensi mengubah industri kacamata. Lensa progresif bisa mendapatkan alternatif modern. Pengguna presbiopi memperoleh solusi yang lebih nyaman.
Di tengah gempuran smartglasses, IXI menunjukkan inovasi tidak selalu harus digital. Memperbaiki teknologi lama dengan pendekatan baru bisa sama revolusionernya.
