kholvad.com – Setelah sekitar lima tahun berpisah, Apple dan Intel dikabarkan akan kembali bekerja sama dalam produksi chip. Laporan terbaru menyebutkan bahwa Intel Foundry akan dipilih sebagai produsen chip M-series untuk Apple, khususnya untuk model entry-level. Meskipun Apple telah beralih ke produksi chip in-house dan menggandeng TSMC dalam beberapa tahun terakhir. Kerja sama ini menandakan langkah besar dalam perubahan strategi pasokan chip Apple.
“Baca Juga: Anker Luncurkan Nano 13-in-1 Docking Station dengan Desain Modular”
Intel Foundry Akan Produksi Chip Apple dengan Proses 18AP
Intel diperkirakan akan menggunakan proses pabrikasi 18AP untuk memproduksi chip M-series rancangan Apple. Proses ini adalah teknologi terbaru milik Intel yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan performa chip. Laporan menyebutkan bahwa Apple akan menerima kit desain untuk arsitektur 18AP, dan jika semuanya berjalan lancar. Produksi massal diperkirakan dimulai pada tahun 2027. Dengan demikian, Intel Foundry akan memproduksi chip entry-level untuk Apple. Sementara chip high-end seperti M Pro dan M Ultra masih akan diproduksi oleh TSMC.
Pengaruh Kerja Sama terhadap Ketergantungan Apple pada TSMC
Keputusan untuk menggandeng Intel dalam memproduksi chip entry-level menunjukkan upaya Apple untuk mengurangi ketergantungannya pada TSMC, yang selama ini menjadi mitra utama dalam produksi chip. Langkah ini bisa memberi Apple fleksibilitas lebih dalam rantai pasokan chip dan mengurangi potensi risiko ketergantungan pada satu produsen semikonduktor. Di sisi lain, TSMC masih akan memproduksi chip-chip premium untuk Apple, seperti seri M Pro dan Ultra, yang menunjukkan bahwa hubungan jangka panjang antara Apple dan TSMC tetap berjalan.
Dampak Potensial Terhadap Pasar Chip dan Konsumen
Jika kerja sama ini terwujud, dampaknya akan terasa di pasar semikonduktor dan bagi konsumen. Apple dapat mengontrol lebih baik pasokan chip untuk perangkat entry-level-nya, seperti MacBook Air dan model entry-level lainnya. Dengan memanfaatkan kapasitas produksi Intel Foundry, Apple dapat memastikan ketersediaan chip lebih terjamin, yang pada gilirannya dapat mengurangi masalah stok barang yang sering terjadi pada perangkat Apple. Selain itu, kerjasama ini berpotensi menguntungkan Intel, yang akan mendapatkan kembali posisi penting di industri semikonduktor melalui bisnis Foundry-nya.
Potensi Kembali Bangkitnya Intel Foundry
Intel sendiri berusaha menghidupkan kembali bisnis Foundry-nya dengan menarik klien-klien besar seperti Apple. Sejak beberapa tahun terakhir, Intel menghadapi tekanan dari TSMC dan Samsung, yang lebih unggul dalam pembuatan chip canggih. Dengan memperoleh kontrak produksi chip dari Apple, Intel berpotensi mendapatkan kembali pangsa pasar yang hilang, sekaligus memperkuat posisinya di pasar foundry global. Kerja sama ini juga sejalan dengan rencana Intel untuk meningkatkan kapasitas produksi semikonduktor melalui peningkatan fasilitas dan investasi dalam teknologi fabrikasi.
“Baca Juga: Kreator Hollow Knight Siap Ciptakan Game Baru Selain Silksong”
Keputusan Belum Resmi, Namun Menarik untuk Ditunggu
Meski laporan ini masih bersifat spekulatif dan belum ada pernyataan resmi dari kedua belah pihak, jika kerja sama ini terwujud, hal itu akan menjadi titik balik besar bagi industri semikonduktor. Apple akan mendapatkan lebih banyak kontrol terhadap rantai pasokan chip, sementara Intel berpotensi kembali menjadi pemain kunci dalam industri semikonduktor. Menarik untuk melihat bagaimana perubahan ini akan memengaruhi pasar chip dan produk-produk Apple di masa depan.
