kholvad.com – Huawei turut memperkenalkan Huawei AI Glasses bersamaan dengan peluncuran seri Pura 90. Perangkat ini hadir sebagai penerus Huawei Smart Glasses 2. Fokus utamanya ada pada desain lebih ringan dan fitur AI yang lebih lengkap.
Pasar wearable pintar kini semakin berkembang. Tidak hanya smartwatch, kategori kacamata pintar mulai dilirik banyak produsen. Huawei tampak ingin memperkuat posisinya di segmen ini.
“Baca Juga: WhatsApp Plus Siap Hadir dengan Paket Langganan”
Berbeda dari gadget eksperimental, produk ini dirancang tetap nyaman dipakai harian. Artinya fungsi mode dan teknologi dicoba berjalan seimbang. Pendekatan tersebut penting untuk adopsi massal.
Kacamata pintar sering gagal karena terlalu berat atau mencolok. Huawei tampaknya belajar dari tantangan itu. Desain praktis menjadi prioritas utama generasi terbaru.
Dengan peluncuran bersama flagship smartphone, Huawei juga memberi sinyal integrasi ekosistem. Produk-produk mereka semakin dirancang saling terhubung.
Desain Ringan dengan Titanium Alloy
Huawei memakai material titanium alloy untuk bodi perangkat ini. Material tersebut membantu menjaga kekuatan rangka. Namun bobot tetap sangat ringan.
Berat totalnya hanya sekitar 35,5 gram. Angka ini penting karena perangkat dikenakan di wajah sepanjang hari. Semakin ringan, semakin nyaman digunakan lama.
Frame tipis juga memberi tampilan lebih modern dan tidak berlebihan. Banyak pengguna ingin perangkat pintar yang terlihat normal. Huawei tampak memahami kebutuhan tersebut.
Perangkat ini sudah memiliki rating IP54. Perlindungan ini membantu terhadap debu dan percikan air ringan. Cocok untuk pemakaian harian di berbagai situasi.
Huawei menyediakan tiga pilihan desain berbeda. Ada model setengah frame, full frame biasa, dan sunglasses. Pengguna bisa memilih sesuai gaya pribadi.
Fleksibilitas desain seperti ini menjadi nilai tambah besar. Produk terasa seperti aksesori fesyen, bukan sekadar gadget.
Kamera 12MP dan Video Hingga 1440p
Fitur baru paling menonjol ada pada kehadiran kamera 12MP. Ini menjadi peningkatan penting dibanding generasi sebelumnya. Kamera membuka banyak skenario penggunaan baru.
Perangkat mampu merekam video hingga resolusi 1440p. Hasil rekaman diperkirakan cukup tajam untuk kebutuhan dokumentasi cepat. Cocok untuk momen spontan tanpa mengeluarkan ponsel.
Huawei juga menyertakan HDR Vivid dan AI RAW. Fitur tersebut membantu kualitas gambar lebih baik. Rentang dinamis dan detail bisa lebih optimal.
EIS atau stabilisasi elektronik ikut disematkan. Ini penting untuk perangkat yang dipakai sambil bergerak. Video dapat terlihat lebih stabil.
Mode low-light juga tersedia untuk kondisi minim cahaya. Artinya Huawei serius mengembangkan kamera, bukan sekadar fitur tambahan. Kacamata pintar ini punya potensi lebih luas.
Dengan kamera terintegrasi, pengalaman hands-free menjadi daya tarik utama. Pengguna bisa merekam dari sudut pandang langsung.
Asisten AI, Terjemahan, dan Smart Home
Asisten AI menjadi inti pengalaman Huawei AI Glasses. Sistem dapat diaktifkan lewat perintah suara. Penggunaan hands-free terasa sangat natural.
Huawei menyebut sistem tetap responsif di lingkungan bising. Bahkan suara pelan masih bisa dikenali cukup akurat. Ini penting untuk penggunaan dunia nyata.
Fitur live translation juga menjadi nilai jual besar. Pengguna berpotensi terbantu saat bepergian atau berkomunikasi lintas bahasa. Kacamata pintar sangat cocok untuk fungsi ini.
Selain itu tersedia kontrol smart home. Pengguna bisa mengatur perangkat rumah pintar tanpa menyentuh ponsel. Integrasi ekosistem menjadi semakin kuat.
Fitur pembayaran nirkontak juga ikut disebutkan. Jika tersedia luas, ini menambah kenyamanan penggunaan harian. Kacamata berubah menjadi alat multifungsi.
Semua ini menunjukkan AI bukan sekadar label pemasaran. Huawei mencoba memberi manfaat praktis langsung.
“Baca Juga: Geisha Hadirkan Geram, Kisah Cinta Dikhianati”
Audio Lengkap, Baterai 12 Jam, Harga Rp5,8 Jutaan
Untuk audio, Huawei menyematkan teknologi Huawei Histen. Perangkat juga memakai tiga mikrofon. Kombinasi ini membantu kualitas suara dan panggilan lebih baik.
Konektivitas sudah mendukung Wi-Fi 6 dan Bluetooth 6.0. Standar terbaru memberi koneksi lebih stabil dan efisien. Ini penting bagi wearable modern.
Baterai berkapasitas 258mAh diklaim mampu bertahan hingga 12 jam. Durasi tersebut cukup baik untuk perangkat sekecil ini. Pengisian ulang disebut memakan waktu sekitar 45 menit.
Huawei juga menyediakan penyimpanan internal 64GB. Ruang ini dapat dipakai menyimpan foto dan video hasil rekaman. Fitur kamera jadi lebih berguna tanpa bergantung penuh ke ponsel.
Harga perangkat dibuka mulai sekitar Rp5,8 jutaan. Untuk kategori wearable premium, angka ini cukup kompetitif. Huawei AI Glasses terlihat sebagai produk ambisius dengan fungsi nyata.
