kholvad.com – Pasar kartu grafis entry-level menghadapi ancaman kelangkaan yang semakin serius pada paruh kedua 2026. PC Partner Group memperingatkan pasokan GPU kelas pemula dapat mengalami tekanan lebih besar. Perusahaan tersebut merupakan induk dari ZOTAC, INNO3D, dan Manli. Peringatan ini menunjukkan krisis pasokan mulai berdampak pada segmen GPU dengan harga lebih terjangkau. Kondisi tersebut berpotensi membuat upgrade PC gaming semakin mahal menjelang akhir tahun. Gamer dengan anggaran terbatas menjadi kelompok yang paling rentan terhadap perubahan tersebut. Pasokan yang menurun juga dapat mempersempit pilihan kartu grafis di pasar. Akibatnya, konsumen mungkin perlu menunda pembelian atau menyiapkan anggaran lebih besar.
“Baca Juga: Epic Games Launcher Segera Dukung Linux Secara Native”
PC Partner Melihat Tekanan Terbesar pada Segmen Entry-Level
Menurut laporan VideoCardz, PC Partner memperkirakan segmen entry-level menjadi salah satu yang paling terdampak. Perusahaan melihat kondisi pasokan dapat memburuk sepanjang paruh kedua 2026. Kelangkaan tersebut tidak lagi terbatas pada kartu grafis kelas atas. GPU dengan harga lebih terjangkau juga mulai menghadapi tekanan pasokan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan harga jual rata-rata produk di segmen entry-level. Dampaknya menjadi lebih signifikan karena segmen tersebut banyak dipilih gamer dengan anggaran terbatas. Kartu grafis entry-level biasanya menjadi pilihan untuk gaming 1080p dengan biaya lebih rendah. Ketika pasokan berkurang, konsumen memiliki lebih sedikit pilihan untuk melakukan upgrade.
Harga RTX 5060 dan RTX 5060 Ti Sudah Mengalami Kenaikan
Tekanan harga sebenarnya sudah terlihat pada beberapa model kartu grafis NVIDIA. Median harga GeForce RTX 5060 dilaporkan meningkat dari 369,99 dolar AS pada Juni. Harga tersebut kemudian mencapai 469,99 dolar AS pada Agustus. Kenaikan juga terjadi pada GeForce RTX 5060 Ti 16 GB. Model tersebut meningkat dari 569,99 dolar AS menjadi 804,99 dolar AS. Bahkan GeForce RTX 5050 di kelas lebih rendah dilaporkan mengalami kenaikan sekitar lima persen. Perubahan tersebut menunjukkan tekanan harga mulai menjangkau berbagai tingkatan produk. Jika tren berlanjut, GPU entry-level dapat menjadi semakin sulit dijangkau konsumen. Kondisi tersebut juga dapat mengubah pilihan pembelian gamer pada akhir 2026.
Krisis Memori dan Permintaan AI Menekan Pasokan Komponen
Salah satu akar persoalan berada pada meningkatnya permintaan terhadap memori dan komponen terkait. Pusat data AI membutuhkan pasokan hardware dalam jumlah besar untuk mendukung pengembangan infrastruktur. Kondisi tersebut meningkatkan persaingan mendapatkan komponen dengan industri PC konsumen. Pasar PC juga mengalami tekanan selama periode tersebut. Pengiriman PC global tercatat turun empat persen secara tahunan pada kuartal kedua 2026. Penurunan tersebut menunjukkan pasar komputer menghadapi kondisi pasokan dan permintaan yang kompleks. GPU gaming harus bersaing mendapatkan komponen dengan berbagai kebutuhan industri lainnya. Tekanan tersebut dapat meningkatkan biaya produksi dan akhirnya memengaruhi harga konsumen.
“Baca Juga: POCO Bersiap Bawa F9 Pro dan F9 Ultra ke Indonesia”
Gamer Terancam Kehilangan Pilihan Upgrade PC yang Terjangkau
Kelangkaan GPU entry-level dapat memberikan dampak langsung kepada gamer dengan anggaran terbatas. Pilihan pertama adalah menunda upgrade sampai harga dan pasokan kembali stabil. Konsumen juga dapat mempertimbangkan hardware bekas sebagai alternatif yang lebih terjangkau. Pilihan lainnya adalah meningkatkan anggaran untuk mendapatkan GPU yang sebelumnya berada di luar rencana. Kondisi tersebut dapat membuat biaya membangun PC gaming semakin sulit diprediksi. Jika kelangkaan benar-benar memburuk, segmen entry-level akan menghadapi tekanan paling besar. Gamer juga perlu mempertimbangkan harga komponen lain ketika merencanakan upgrade. Perkembangan pasokan GPU sepanjang paruh kedua 2026 akan menjadi faktor penting. Stabilitas harga dan ketersediaan produk akan menentukan apakah upgrade PC tetap terjangkau bagi konsumen.
