kholvad.com – Epson Indonesia secara resmi mengumumkan lini proyektor terbarunya yang diberi nama Lifestudio. Lini ini ditujukan untuk masyarakat modern yang menginginkan perangkat hiburan serbaguna. Epson melihat adanya perubahan perilaku konsumen dalam menikmati konten hiburan. Perubahan tersebut terjadi pasca pandemi dan mencakup berbagai segmen pengguna. Mulai dari kalangan profesional, keluarga muda, hingga generasi Z. Lifestudio diposisikan sebagai jawaban atas kebutuhan hiburan yang fleksibel. Epson menekankan bahwa proyektor kini bukan sekadar alat presentasi. Perangkat ini telah berevolusi menjadi pusat hiburan personal.
“Baca Juga: Lineup Epson Lifestudio Resmi Hadir di Pasar Indonesia”
Perubahan Pola Konsumsi Hiburan Pasca Pandemi
Perubahan pola konsumsi hiburan menjadi salah satu latar belakang utama peluncuran Lifestudio. Menurut Ng Ngee Khiang, pasca pandemi masyarakat Indonesia lebih sering menghabiskan waktu menikmati konten. Aktivitas menonton kini tidak lagi terbatas pada televisi konvensional. Konsumsi konten digital meningkat di berbagai lapisan masyarakat. Perubahan ini juga berdampak langsung pada pasar elektronik konsumer. Permintaan terhadap perangkat hiburan meningkat secara signifikan. Epson menilai tren ini akan terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan. Oleh karena itu, dibutuhkan solusi hiburan yang lebih adaptif.
Data GfK Tunjukkan Minat Tinggi pada Layar Berukuran Besar
Berdasarkan data dari GfK Surveys tahun 2024, penjualan perangkat elektronik konsumer mengalami lonjakan tajam. Penjualan Smart TV bahkan meningkat hingga lebih dari 117 persen. Data yang sama juga mengungkap preferensi ukuran layar konsumen. Mayoritas pengguna memilih Smart TV dengan ukuran 55 hingga 90 inci. Hal ini menunjukkan minat kuat terhadap pengalaman menonton di layar besar. Layar besar dinilai memberikan sensasi menonton yang lebih imersif. Tren ini menjadi indikator penting bagi produsen perangkat hiburan. Epson melihat peluang besar di balik kebutuhan tersebut.
Keterbatasan Smart TV dalam Hal Fleksibilitas
Meski penjualan Smart TV terus meningkat, Epson menilai perangkat tersebut memiliki sejumlah keterbatasan. Salah satu kekurangan utama adalah kebutuhan ruang yang besar. Smart TV memerlukan area khusus untuk penempatan di meja atau pemasangan di dinding. Hal ini tidak selalu cocok untuk hunian modern dengan ruang terbatas. Selain itu, Smart TV bersifat statis dan sulit dipindahkan. Pengguna tidak bisa dengan mudah membawa perangkat tersebut ke lokasi lain. Kurangnya fleksibilitas ini menjadi tantangan bagi gaya hidup dinamis. Epson melihat celah untuk menghadirkan solusi yang lebih praktis.
“Baca Juga: Sony Ajukan Paten Podcast Generative AI Karakter Game”
Lifestudio Pop dan Flex Jadi Solusi Hiburan Fleksibel
Untuk menjawab tantangan tersebut, Epson Indonesia meluncurkan sub-brand Lifestudio. Lifestudio menghadirkan proyektor dengan desain stylish dan ringkas. Perangkat ini dirancang agar mudah dibawa dan digunakan di berbagai lokasi. Epson menghadirkan dua lini utama, yaitu Lifestudio Pop dan Lifestudio Flex. Perbedaan paling mencolok terletak pada desain fisiknya. Lini Flex dilengkapi kaki penyangga untuk menopang proyektor. Dengan Lifestudio, Epson berharap masyarakat bisa menikmati konten layar besar di mana saja. Fleksibilitas ini diharapkan menghadirkan pengalaman menonton yang lebih imersif tanpa kompromi.
