kholvad.com – Pemilik X, Elon Musk, mengancam akan menggugat Apple. Ia menilai Apple mempersulit aplikasi bersaing dengan OpenAI di App Store. Tuduhan ini muncul setelah Apple menjalin kemitraan dengan ChatGPT pada Juni 2024. Musk juga menuding CEO OpenAI, Sam Altman, sebagai pembohong terkait pernyataan tentang penggunaan platform demi keuntungan pribadi.
Apple membantah tuduhan tersebut. Mereka menegaskan semua aplikasi dinilai berdasarkan kriteria objektif dan kurasi ahli, bukan preferensi khusus. Sejumlah aplikasi AI pesaing, termasuk DeepSeek dan Perplexity, bahkan pernah memimpin tangga unduhan App Store.
Perseteruan Panjang Elon Musk dan Altman Makin Memanas
Konflik antara Musk dan Altman telah berlangsung lebih dari satu dekade. Awalnya, keduanya mendirikan OpenAI pada 2015 untuk mengembangkan AGI berbasis sumber terbuka. Misi awalnya adalah memastikan teknologi AI bermanfaat bagi seluruh umat manusia.
Namun, Musk menilai OpenAI kini menyimpang dari tujuan awal. Ia mengkritik pembentukan divisi nirlaba pada 2019 yang dinilainya fokus mencari keuntungan. Pada Maret 2024, Musk menggugat OpenAI dengan tuduhan perusahaan mengutamakan investor besar seperti Microsoft. Gugatan itu ia batalkan, tetapi OpenAI melawan balik pada April.
OpenAI menuduh Musk melakukan taktik buruk untuk menghambat perkembangan AI perusahaan. Mereka juga menyebut Musk termotivasi oleh kepentingan pribadi, bukan mempertahankan misi awal. Perseteruan ini tidak berhenti di ranah hukum, tetapi merambah media sosial.
“Baca Juga: Motor Michael Schumacher Terjual Rp1,4 Miliar di Lelang“
Data, Reaksi Publik, dan Dampak Pasar AI
Saat ini, ChatGPT menjadi aplikasi gratis paling populer di Inggris, Grok berada di posisi ketiga, dan X tidak masuk 40 besar. Musk mempertanyakan mengapa X atau Grok tidak ada di daftar “Wajib Punya” App Store, meski Grok masuk lima besar global.
Altman menanggapi dengan membagikan laporan yang menuduh Musk memprioritaskan unggahan pribadinya di linimasa pengguna X. Tindakan ini memicu perdebatan tentang transparansi algoritme media sosial.
Di sisi lain, pasar AI global terus tumbuh pesat. Menurut laporan IDC, belanja global untuk AI diproyeksikan mencapai lebih dari 500 miliar dolar pada 2027. Persaingan antarperusahaan besar seperti Apple, X, dan OpenAI akan menentukan arah inovasi AI.
Pada Februari, Musk sempat mengajukan tawaran akuisisi OpenAI senilai 100 miliar dolar, namun ditolak dewan direksi. Penolakan itu menandai betapa dalamnya jurang persaingan antara dua tokoh teknologi ini.
Dengan konflik yang terus memanas, masa depan hubungan Apple, X, dan OpenAI akan menjadi sorotan utama industri teknologi global.
“Baca Juga: GTA 6 Hadir 2026 dengan Fitur Baru dan Detail Harga“
