kholvad.com – Selama ini, eGPU selalu menghadapi kendala utama pada keterbatasan bandwidth koneksi. Interface seperti Thunderbolt 4 dan OCuLink belum mampu menyamai performa GPU yang terpasang langsung di motherboard. Hal ini membuat performa eGPU selalu tertinggal cukup jauh.
Organisasi PCI-SIG kini memperkenalkan teknologi baru bernama CopprLink. Teknologi ini dirancang untuk mengatasi bottleneck yang selama ini membatasi eGPU. Dengan pendekatan baru, CopprLink menawarkan koneksi yang jauh lebih cepat.
“Baca Juga: TECNO SPARK 50 4G Hadir dengan 7000mAh”
Dalam demo terbaru yang ditampilkan oleh PCWorld, teknologi ini menunjukkan potensi besar. CopprLink mampu menghadirkan koneksi penuh PCIe 5.0 x16 dengan bandwidth hingga 64 GB/s. Angka ini jauh melampaui batas sebelumnya yang hanya sekitar 16 GB/s.
Bandwidth PCIe 5.0 x16 Dorong Performa Mendekati Native
Keunggulan utama CopprLink terletak pada bandwidth yang tinggi. Dengan dukungan penuh PCIe 5.0 x16, koneksi ini memberikan jalur data yang hampir setara dengan pemasangan GPU langsung di motherboard.
Pendekatan ini menjadi lompatan besar dibanding solusi sebelumnya. Interface lama sering menjadi penghambat utama dalam performa eGPU.
Dengan bandwidth hingga 64 GB/s, CopprLink mampu mengurangi bottleneck secara signifikan. Hal ini membuka peluang baru bagi penggunaan eGPU dalam skenario berat.
Teknologi ini juga menunjukkan bagaimana perkembangan interface menjadi faktor krusial dalam performa perangkat keras modern.
Pengujian Gunakan RTX 5090 dan Enclosure High-End
Dalam pengujian, digunakan GPU kelas atas yaitu RTX 5090 Founders Edition. GPU tersebut dipasang pada enclosure HighPoint RocketStor 8631D.
Koneksi dilakukan melalui kabel CopprLink dan adaptor Rocket 7634D. Sistem mampu mengenali GPU secara langsung tanpa konfigurasi tambahan.
Hal ini menunjukkan integrasi yang cukup matang. Pengguna dapat merasakan pengalaman seperti menggunakan GPU internal.
Pengujian ini memberikan gambaran nyata tentang potensi CopprLink di dunia nyata.
Selisih Performa Hanya Sekitar 2 Persen dari GPU Internal
Hasil benchmark menunjukkan peningkatan yang signifikan. eGPU dengan CopprLink hanya tertinggal sekitar 2,29 persen dibandingkan koneksi PCIe native.
Dalam beberapa skenario, perbedaan performa hampir tidak terasa. Ini menjadi pencapaian besar bagi teknologi eGPU yang selama ini tertinggal jauh.
Namun, pengujian ini masih menggunakan adaptor berbasis PCIe 4.0. Jika seluruh sistem menggunakan PCIe 5.0 penuh, selisih performa berpotensi semakin kecil.
Hasil ini menegaskan bahwa CopprLink mampu mendekati performa GPU internal. Hal ini sebelumnya sulit dicapai oleh teknologi eGPU.
“Baca Juga: Iran Ancam Batalkan Gencatan, Tutup Selat Hormuz”
Masih Terbatas untuk Enterprise dengan Biaya Tinggi
Meski menjanjikan, CopprLink saat ini belum ditujukan untuk pengguna umum. Teknologi ini lebih difokuskan pada kebutuhan enterprise seperti AI dan server.
Ukuran enclosure yang besar serta kebutuhan daya hingga 1.300W menjadi salah satu kendala. Selain itu, biaya yang dibutuhkan juga sangat tinggi.
Harga enclosure mencapai sekitar USD 1.300, sementara adaptor mendekati USD 1.000. Jika ditambah GPU, total biaya bisa melampaui USD 5.000.
Dengan biaya tersebut, teknologi ini masih jauh dari kategori mainstream. Namun, CopprLink tetap menjadi langkah penting dalam evolusi eGPU.
Ke depan, perkembangan teknologi ini berpotensi membuka jalan bagi eGPU yang lebih terjangkau. Jika diadopsi secara luas, CopprLink bisa mengubah cara pengguna memanfaatkan GPU eksternal.
