kholvad.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa angkatan laut AS siap melindungi kapal-kapal di Timur Tengah jika diperlukan. Pernyataan tersebut muncul setelah Iran menutup jalur pelayaran penting di kawasan tersebut sebagai respons terhadap konflik militer dengan Amerika Serikat dan Israel.
“Baca Juga: Trump Marah Spanyol Tolak Bantu Serang Iran”
Trump menegaskan langkah itu dilakukan untuk menjaga kelancaran pasokan energi global. Ia mengatakan Washington tidak akan membiarkan jalur energi dunia terhenti akibat konflik yang sedang berlangsung. Kebijakan ini diumumkan ketika ketegangan di kawasan meningkat tajam dan mengancam stabilitas pasar energi internasional.
Selat Hormuz Ditutup, Pasokan Energi Dunia Terancam
Krisis ini berpusat di Strait of Hormuz, jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia. Selat ini terletak di antara Iran dan United Arab Emirates. Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia melewati jalur tersebut setiap hari. Penutupan selat itu menyebabkan lalu lintas kapal tanker energi hampir sepenuhnya terhenti.
Ancaman dari pihak Iran memperburuk situasi. Seorang pejabat Iran bahkan memperingatkan bahwa kapal yang mencoba melintasi selat tersebut berisiko diserang. Laporan juga menyebut militer Iran telah menembaki beberapa kapal di wilayah tersebut. Situasi ini membuat banyak perusahaan pelayaran menunda perjalanan mereka.
AS Tawarkan Asuransi Risiko untuk Kapal Energi
Untuk menenangkan pasar, Trump memerintahkan United States Development Finance Corporation menyediakan asuransi risiko politik bagi kapal yang melintasi Teluk. Program ini ditujukan untuk perusahaan pelayaran dan energi yang khawatir terhadap risiko konflik di wilayah tersebut. Trump menyebut asuransi tersebut akan diberikan dengan harga yang “sangat wajar”.
Langkah ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan perusahaan pelayaran agar kembali mengoperasikan kapal mereka. Namun sejumlah analis menilai jaminan tersebut mungkin belum cukup untuk mengatasi kekhawatiran perusahaan asuransi dan operator kapal.
Ratusan Kapal Tanker Terjebak di Teluk
Menurut data dari Lloyd’s List Intelligence, sekitar 200 kapal tanker minyak mentah dan produk energi kini terdampar di kawasan Teluk.
Kapal-kapal tersebut menunggu perkembangan situasi keamanan sebelum melanjutkan perjalanan. Banyak perusahaan asuransi juga telah menaikkan premi untuk kapal yang beroperasi di wilayah tersebut. Kenaikan biaya ini semakin menambah tekanan pada pasar energi global yang sudah terguncang oleh konflik.
Harga Energi Global Sempat Melonjak
Penutupan jalur energi strategis tersebut menyebabkan harga minyak dan gas dunia melonjak tajam. Kenaikan ini memicu kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap biaya energi rumah tangga di berbagai negara. Namun harga energi sempat turun kembali setelah Trump mengumumkan rencana perlindungan kapal dan asuransi risiko.
Trump dijadwalkan membahas situasi energi dengan Menteri Energi Chris Wright serta Menteri Keuangan Scott Bessent. Pertemuan tersebut bertujuan merumuskan strategi untuk menstabilkan pasar energi di tengah konflik.
“Baca Juga: Game Baru God of War Angkat Faye sebagai Tokoh”
Trump Sebut Kenaikan Harga Energi Bersifat Sementara
Dalam keterangannya kepada wartawan di Gedung Putih, Trump membela keputusan militer terhadap Iran. Ia mengatakan tindakan tersebut diperlukan terhadap pemerintah di Teheran. Trump mengakui bahwa konflik ini bisa menyebabkan kenaikan harga energi dalam jangka pendek.
Namun ia menilai dampaknya tidak akan berlangsung lama. Menurut Trump, harga energi akan kembali turun setelah konflik mereda. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kekhawatiran global bahwa gangguan pada Selat Hormuz dapat memicu krisis energi internasional yang lebih besar.
