kholvad.com – McLaren F1 Team memiliki langkah khusus untuk mencegah friksi internal antara Lando Norris dan Oscar Piastri di musim 2025. Kedua pembalap kini bersaing ketat dalam perebutan gelar juara dunia. Persaingan seperti ini kerap memicu ketegangan di tim-tim F1, termasuk McLaren pada masa lalu.
Belajar Dari Rivalitas Besar di Masa Lalu McLaren
CEO McLaren, Zak Brown, memahami risiko benturan ego antar rekan setim. Ia mengingat kasus Hamilton-Rosberg pada 2014–2016, yang memecah suasana tim Mercedes. McLaren juga punya sejarah rivalitas panas antara Ayrton Senna dan Alain Prost pada akhir 1980-an. Situasi serupa muncul kembali pada 2007 saat Fernando Alonso bersaing ketat dengan Lewis Hamilton. Pertarungan internal itu akhirnya dimanfaatkan Kimi Raikkonen untuk merebut gelar secara dramatis.
“Baca Juga: Perindo Riau Target 5 Kursi DPRD pada Pemilu 2029“
Komunikasi dan Transparansi Jadi Kunci
Brown menegaskan McLaren akan bertindak cepat jika muncul tanda-tanda perselisihan. “Kami beroperasi dengan cara terbuka, transparan, dan segera,” ujarnya, dikutip BBC, Minggu (10/8/2025). Menurutnya, komunikasi, kepercayaan, dan rasa hormat menjadi fondasi hubungan Norris dan Piastri. Brown mengaku belum melihat masalah di 14 seri yang telah berlangsung. Ia menilai keduanya memiliki kedewasaan dan saling menghormati di lintasan.
Piastri saat ini memimpin klasemen F1 2025 dengan 284 poin, unggul sembilan poin dari Norris. Pembalap Australia itu meraih enam kemenangan, sedangkan Norris membukukan lima kemenangan. Kedekatan poin membuat persaingan memanas, tetapi Brown optimistis hubungan keduanya tetap harmonis.
McLaren merasa beruntung memiliki dua pembalap dengan karakter profesional dan sportivitas tinggi. Brown meyakini mereka akan tetap bersaing sehat tanpa saling menjatuhkan. “Kami menyukai tantangan dan saya menantikan mereka berlomba satu sama lain,” katanya.
Ke depan, McLaren berharap strategi ini mampu menghindarkan tim dari pertikaian internal yang bisa mengganggu perburuan gelar. Dengan performa solid dan atmosfer positif, tim ini berpotensi besar membawa pulang gelar juara dunia konstruktor maupun pembalap pada akhir musim 2025.
“Baca Juga: Letjen Tandyo Budi Dilantik Jadi Wakil Panglima TNI Besok“
