kholvad.com – Pebulu tangkis asal Indonesia, Mochamad Fajar Ardi Pradana, memulai karier dari klub PB Djarum sebelum merantau ke Spanyol. Pemain kelahiran Banyumas, 7 Maret 2002 itu, terpilih menjadi atlet binaan PB Djarum pada 2014 setelah bersaing dengan dua ribu peserta audisi.
Hanya 28 peserta yang lolos, dan Fajar termasuk di dalamnya. “Masuk PB Djarum penuh tantangan, ada kalah dan menangnya,” kata Fajar. Sejak bergabung, ia berlatih keras dan berkompetisi di berbagai turnamen nasional.
Tahun 2018 menjadi puncak prestasinya di kelompok usia remaja. Fajar menargetkan peringkat satu nasional dan berhasil menempati posisi tiga besar. Ia meraih gelar juara Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jatim Open 2018. Selain itu, ia menjadi runner-up di Sirnas Riau, Sirnas Sulawesi Selatan, dan Superliga Junior.
Momen paling berkesan adalah saat juara di Surabaya. Sebelumnya, Fajar sempat dirawat di rumah sakit. “Saya tidak menyangka bisa juara,” ujarnya.
Kesempatan Menjadi Sparring Partner Carolina Marin
Setelah meninggalkan PB Djarum pada 2022, Fajar memilih jalur profesional dengan berkarier di luar negeri. Ia memulai langkah dari Spanyol dan mendapat kesempatan bergabung sebagai sparring partner tim nasional bulu tangkis negara tersebut.
Kesempatan emas datang saat ia dipilih menjadi sparring Carolina Marin, juara Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Peran Fajar terbukti penting saat Marin meraih emas Kejuaraan Eropa 2022. “Merupakan kehormatan besar menjadi sparring Marin,” ujar Fajar.
Menurut Fajar, pencapaian ini adalah hasil kerja keras, konsistensi, ketahanan, dan semangat tinggi. Pengalaman berlatih dengan atlet kelas dunia meningkatkan kualitas permainan dan mentalnya.
“Baca Juga: Futsal Indonesia Resmi Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2028“
Harapan dan Langkah Pebulu tangkis Fajar di Masa Depan
Fajar mengaku ingin terus berkembang di panggung internasional. Ia berharap pengalamannya di Spanyol dapat menjadi modal untuk bersaing di turnamen bergengsi.
Data Badminton World Federation (BWF) menunjukkan, banyak atlet muda Indonesia yang memilih jalur profesional di luar negeri untuk memperluas pengalaman. Langkah ini memberi peluang mendapatkan metode latihan berbeda dan eksposur global.
Dengan usia yang masih muda, Fajar memiliki waktu untuk membangun karier panjang. Ia menekankan pentingnya adaptasi, disiplin, dan kerja keras. “Saya akan terus belajar dan memberikan yang terbaik di setiap kesempatan,” kata Fajar.
Kisah Fajar menjadi inspirasi bagi atlet muda Indonesia. Perjalanan dari Banyumas hingga menjadi sparring partner juara dunia menunjukkan bahwa kerja keras dan keberanian merantau dapat membuka peluang besar di dunia bulu tangkis.
“Baca Juga: Asuransi Jadi Andalan Orang 50 Tahun Hadapi Risiko“
