Kabinet Sementara Dibentuk Pasca Kerusuhan Politik
kholvad.com – Perdana Menteri Nepal, Sushila Karki, menunjuk tiga menteri baru pada Senin (15/9/2025). Keputusan ini diambil untuk memperkuat pemerintahan sementara. Kabinet ini memiliki mandat utama menyelenggarakan pemilu pada Maret mendatang.
Langkah tersebut muncul setelah protes jalanan besar, yang dikenal sebagai demo Gen Z, mengguncang negara Himalaya itu. Aksi penuh kekerasan tersebut menewaskan sedikitnya 72 orang dan melukai ratusan lainnya.
Militer terpaksa turun tangan, memberlakukan jam malam, dan mendukung pembentukan pemerintahan sementara. Karki ditunjuk sebagai perdana menteri pada 12 September untuk memimpin transisi.
Baca Juga : “Ekonomi Digital RI 2025 Tembus Rp1.789 Triliun“
Tiga Menteri Baru Dalam Kabinet Karki
Karki menunjuk tiga tokoh penting ke kabinet sementaranya. Kalman Gurung dipercaya sebagai Menteri Energi. Rameshore Khanal diangkat sebagai Menteri Keuangan. Om Prakash Aryal diberikan tugas berat sebagai Menteri Dalam Negeri.
Penunjukan ini dianggap strategis untuk menjaga kelancaran pemerintahan menjelang pemilu. Kabinet sementara harus mengembalikan stabilitas politik yang sempat runtuh.
Profil Perdana Menteri Sushila Karki
Sushila Karki, 73 tahun, adalah perdana menteri perempuan pertama di Nepal. Popularitasnya tumbuh saat menjabat Ketua Mahkamah Agung pada 2016–2017. Ia dikenal vokal melawan korupsi dan memperjuangkan supremasi hukum.
Karki menegaskan bahwa jabatannya saat ini bukan ambisi pribadi. “Kedudukan ini bukan saya raih karena mencarinya, melainkan karena ada suara-suara dari jalanan,” ujarnya.
Meski hanya enam bulan berkuasa, Karki menghadapi beban besar. Ia harus menyeimbangkan tuntutan generasi muda dengan elite politik lama yang masih berpengaruh.
Tantangan Berat Menghadang
Karki dituntut menghadirkan tata kelola yang lebih bersih, transparan, dan adil. Ia menekankan pentingnya mengakhiri praktik korupsi yang mengakar dalam birokrasi. Selain itu, pemerataan ekonomi menjadi isu utama yang disorot oleh masyarakat.
Latar Belakang Demo Gen Z
Gelombang demonstrasi besar pecah pada 8 September 2025. Pemicu awalnya adalah larangan sementara penggunaan media sosial. Kebijakan itu menyulut kemarahan publik, terutama kalangan muda.
Puluhan ribu orang turun ke jalan membawa tuntutan anti-korupsi dan keadilan ekonomi. Mereka mengecam gaya hidup mewah anak-anak elite politik, yang populer disebut “nepo kids”.
Ketegangan meningkat setelah polisi menembaki demonstran. Massa kemudian menyerang gedung parlemen, kantor presiden, Mahkamah Agung, dan sejumlah kementerian. Kerusuhan juga menyasar rumah pejabat dan bisnis besar.
Intervensi Militer
Situasi akhirnya terkendali setelah militer menguasai jalan-jalan di ibu kota. Negosiasi antara demonstran, militer, dan tokoh politik menghasilkan kesepakatan menunjuk Karki sebagai perdana menteri sementara.
Dukungan dan Harapan Publik
Banyak warga menilai Karki sebagai pilihan tepat untuk memimpin transisi. Chandra Lal Mehta, seorang mahasiswa, menilai keahliannya dalam hukum penting bagi masa sulit ini.
Pengusaha Shrawan Dahl menyatakan kepercayaan bahwa Karki bisa menuntaskan tugas penyelenggaraan pemilu. “Tujuannya adalah menyelenggarakan pemilu dan harapan kami dia akan berhasil,” katanya.
Dukungan publik dan militer menjadi modal politik penting bagi Karki. Namun, ekspektasi tinggi dari generasi muda bisa menjadi tantangan tersendiri.
Rekam Jejak Kontroversial
Pada 2017, parlemen sempat mencoba memakzulkan Karki dengan tuduhan keberpihakan. Namun, upaya itu gagal dan dikecam sebagai serangan terhadap independensi peradilan.
Kisah itu memperkuat citranya sebagai sosok yang berani menghadapi tekanan politik.
Tugas Utama Enam Bulan Ke Depan
Kabinet sementara yang dipimpin Karki memiliki tanggung jawab besar. Pemilu nasional harus disiapkan secara adil, aman, dan transparan.
Selain itu, pemerintah perlu membangun kembali institusi yang rusak akibat kerusuhan. Kepercayaan publik terhadap sistem politik harus segera dipulihkan.
Tantangan ekonomi juga tidak bisa diabaikan. Korupsi dan ketidaksetaraan telah lama menjadi keluhan masyarakat Nepal.
Pandangan ke Depan
Pemilu Maret mendatang diperkirakan akan menjadi momentum penting. Generasi muda diharapkan memainkan peran besar dalam menentukan arah baru politik Nepal.
Keberhasilan Karki dalam enam bulan ke depan akan sangat menentukan masa depan demokrasi di negara tersebut.
Baca Juga : “Dogecoin Diprediksi Naik 380%, Siap Melesat ke Level Baru“
