Pasar Saham Tertekan Hingga Level 7.582
kholvad.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan pada awal pekan. IHSG sempat anjlok hingga menyentuh level 7.582 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan investor dan masyarakat.
Airlangga Paparkan Kondisi Fundamental
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa meski IHSG melemah, fundamental ekonomi Indonesia tetap solid. Ia memaparkan langsung kondisi tersebut dalam kunjungannya ke BEI, Senin (1/9/2025).
Baca Juga : “Alejandro Garnacho Teken Kontrak Baru di Chelsea“
Pertumbuhan Ekonomi Masih Terjaga
Airlangga menyebut kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 tetap positif. Data menunjukkan perekonomian nasional tumbuh dengan baik meski terjadi tekanan pasar.
PMI Manufaktur Tunjukkan Ekspansi
Indeks manufaktur atau Purchasing Managers’ Index (PMI) kembali berada di zona ekspansi. Posisi PMI tercatat 51,1% berkat permintaan baru yang meningkat.
Inflasi Terkendali dan Stabil
Airlangga menegaskan inflasi berada dalam level aman. Data inflasi Agustus diprediksi tetap terkendali. Hal ini menjaga daya beli masyarakat dan kepercayaan investor.
Rupiah Tetap Terjaga
Selain inflasi, stabilitas rupiah juga menjadi sorotan. Nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.490 per dolar AS. Kondisi ini menunjukkan kestabilan sektor moneter Indonesia.
Neraca Perdagangan Konsisten Surplus
Neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus. Bahkan, data terbaru disebut menjadi salah satu yang terbaik sepanjang tahun 2025. Surplus perdagangan memperkuat cadangan devisa negara.
Konsumsi Domestik Menjadi Penopang
Airlangga menekankan konsumsi domestik masih sangat kuat. Belanja ritel, baik offline maupun online, terus meningkat seiring mobilitas masyarakat yang tinggi.
Pemerintah Siapkan Stimulus Tambahan
Untuk menjaga momentum, pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi menjelang Natal dan Tahun Baru. Stimulus ini diharapkan memperkuat daya beli masyarakat.
Optimisme Jangka Panjang
Airlangga menyatakan gejolak pasar bersifat jangka pendek. Dengan fundamental yang solid, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia tetap tumbuh positif di jangka menengah dan panjang.
Dukungan OJK dan BEI
Dalam kesempatan itu, Airlangga didampingi Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi dan Direktur Utama BEI Iman Rachman. Kehadiran mereka menegaskan sinergi antara pemerintah, regulator, dan otoritas pasar modal.
Kesimpulan: Stabilitas Ekonomi Jadi Penopang
Meskipun IHSG sempat anjlok, pemerintah menegaskan fondasi ekonomi Indonesia masih kuat. Pertumbuhan, inflasi, rupiah, dan neraca perdagangan menjadi bukti solidnya ekonomi nasional.
Baca Juga : “Tarif Trump Dinyatakan Ilegal Oleh Pengadilan Banding AS“
